JAKARTA | RMN Indonesia
Pengamat politik sekaligus Founder Lembaga Survei KedaiKOPI, Hendri Satrio atau Hensa, menyoroti keputusan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) menunjukkan Kartu Tanda Anggota (KTA) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) saat menghadiri Rakorda DPD PSI Kota Bandung, Jawa Barat, pada 26 September 2026.
Jokowi saat itu menunjukkan KTA PSI bernomor keanggotaan S337220257777777. Momentum tersebut dinilai Hensa memiliki makna politik, terutama karena Bandung berada di Jawa Barat yang selama ini menjadi salah satu basis dukungan elektoral Prabowo Subianto.
Menurut Hensa, pemilihan Bandung sebagai lokasi Jokowi secara terbuka menunjukkan keanggotaannya di PSI bukan sekadar persoalan administratif.
“Kenapa harus di Bandung pengumumannya? Kenapa harus di Jawa Barat? Jadi dia ingin berkomunikasi ke penguasa hari ini, Pak Prabowo, bahwa saya ada di kandang Anda nih,” kata Hensa, Rabu (30/9/2026).
Hensa menyebut Jawa Barat mempunyai posisi strategis dalam peta politik nasional karena menjadi salah satu wilayah dengan dukungan kuat kepada Prabowo pada Pemilu 2024.
Karena itu, menurut dia, keputusan Jokowi memperlihatkan KTA PSI di Bandung dapat dibaca sebagai bentuk komunikasi politik kepada pemerintahan Prabowo.
“Ingat lho, Jawa Barat itu kandangnya Pak Prabowo,” ujarnya.
Jika Ingin Berhadapan dengan PDIP, Mengapa Bukan Solo?
Hensa kemudian membandingkan pilihan Bandung dengan Solo atau Jawa Tengah, wilayah yang selama ini sangat lekat dengan perjalanan politik Jokowi.
Menurutnya, jika Jokowi ingin mengirimkan pesan politik yang berkaitan dengan PDI Perjuangan dan Megawati Soekarnoputri, Solo atau Jawa Tengah akan memiliki simbol politik yang berbeda.
“Kalau dia mau berhadapan dengan PDI Perjuangan atau Megawati, dia umumkan di Jawa Tengah. Tapi kenapa dia enggak umumkan di Solo?” kata Hensa.
Dia menilai pengumuman di Solo kemungkinan memiliki efek politik yang berbeda dibandingkan dengan memilih Jawa Barat.
“Kalau dia umumin di Solo, pasti dampaknya enggak besar. Tapi ini Jawa Barat, kandangnya Prabowo,” lanjutnya.
Jokowi: Momentum Memang Sekarang
Sebelumnya, Jokowi menjelaskan bahwa dirinya memang telah menjadi anggota PSI sejak 14 Oktober 2025. Namun, kartu keanggotaan tersebut baru ditunjukkan secara terbuka pada September 2026.
Jokowi mengatakan keputusan memperlihatkan KTA tersebut berkaitan dengan momentum yang menurutnya sudah tepat.
“Banyak yang bertanya kok baru ditunjukkan sekarang, ya kan suka-suka saya dong, kan ini kartu milik saya,” ujar Jokowi di Bandung.
Dia menambahkan bahwa Bandung dan Bekasi dipilih sebagai lokasi untuk menunjukkan KTA karena momentum politiknya dinilai sudah tepat.
“Bahwa saya tunjukkan di Bandung dan Bekasi ini karena momentumnya memang sekarang,” kata Jokowi.
Pernyataan Jokowi tersebut memberikan konteks bahwa waktu dan lokasi penunjukan KTA memang dipilih setelah dirinya secara resmi tercatat sebagai anggota PSI sejak Oktober 2025.
Sementara itu, pembacaan Hensa mengenai pesan yang ditujukan kepada Prabowo merupakan analisis politik, bukan pernyataan resmi Jokowi mengenai alasan memilih Bandung. Dengan demikian, makna politik di balik pemilihan lokasi tersebut tetap menjadi ruang interpretasi.(Agus).
