Selasa, Agustus 11

GUNUNGSITOLI | RMN Indonesia

Kondisi ruas jalan Gunungsitoli-Hiliduho-Alasa di Kepulauan Nias, Sumatera Utara, kian memprihatinkan. Kerusakan di sejumlah titik tidak hanya menghambat mobilitas warga, tetapi juga dikhawatirkan meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.

Kondisi tersebut mendapat sorotan tokoh masyarakat Nias Utara sekaligus politikus Partai Golkar, Rozama Lase alias Ama Karlos. Ia mendesak Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) mengambil langkah konkret untuk menangani persoalan tersebut.

Rozama mengusulkan agar status ruas jalan yang menghubungkan tiga daerah yakni : Kota Gunungsitoli, Kabupaten Nias dan Kabupaten Nias Utara itu dialihkan menjadi jalan provinsi. Menurutnya, perubahan status dapat menjadi salah satu solusi agar penanganan jalan dilakukan melalui perencanaan, penganggaran, pembangunan, dan pemeliharaan yang berkelanjutan.

“Ini bukan hanya persoalan jalan rusak. Ini menyangkut keselamatan masyarakat. Jangan sampai setelah terjadi korban jiwa pemerintah baru bergerak,” kata Rozama saat ditemui harianmerdeka.co di Gunungsitoli, Selasa (11/8).

Ia menilai ruas Gunungsitoli-Hiliduho-Alasa merupakan jalur strategis karena menjadi salah satu akses utama yang menghubungkan Kota Gunungsitoli dengan sejumlah wilayah di Kabupaten Nias dan Nias Utara.

Setiap hari, jalan tersebut digunakan masyarakat untuk berbagai aktivitas, mulai dari kegiatan ekonomi, pendidikan, pemerintahan hingga distribusi barang dan kebutuhan pokok.
Namun, kerusakan di sejumlah titik membuat pengendara harus meningkatkan kewaspadaan.

Rozama menyebut sejumlah pengendara sepeda motor pernah mengalami kecelakaan akibat kondisi jalan. Bahkan, kendaraan roda empat juga dilaporkan pernah terguling.

“Kalau kondisi seperti ini dibiarkan terus, risikonya semakin besar. Pemerintah jangan hanya melihat persoalan ini dari sisi kewenangan, tetapi juga harus melihat keselamatan masyarakat sebagai prioritas,” ujarnya.

Rozama berharap Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution memberikan perhatian serius terhadap kondisi jalan tersebut.

Ia meminta Pemprov Sumut bersama pemerintah daerah di Kepulauan Nias duduk bersama untuk membahas status, kewenangan, serta solusi permanen bagi ruas Gunungsitoli-Hiliduho-Alasa.

“Jangan sampai persoalan kewenangan menjadi alasan masyarakat harus terus melewati jalan yang membahayakan. Pemerintah harus hadir dan mencari solusi terbaik,” katanya.

Warga: Jalan Rusak Bikin Waswas

Keluhan serupa disampaikan warga Hiliduho, Ama Muti Mendrofa. Ia mengatakan kondisi jalan saat ini sudah sangat memprihatinkan dan membuat warga harus ekstra hati-hati saat melintas, terutama pengendara sepeda motor.

“Jalan ini sudah sangat parah. Kalau kita lewat, harus hati-hati sekali. Banyak bagian jalan yang rusak dan berlubang. Apalagi kalau hujan, lubang-lubang itu sering tertutup air sehingga tidak kelihatan,” kata Ama Muti.

Menurutnya, kerusakan jalan tidak hanya mengganggu kenyamanan perjalanan, tetapi juga berdampak terhadap aktivitas masyarakat sehari-hari. Ia mengaku warga sudah lama berharap pemerintah memberikan perhatian serius terhadap kondisi jalan tersebut.

“Kami masyarakat sudah capek menghadapi kondisi jalan seperti ini. Setiap hari kami lewat, setiap hari juga kami mempertaruhkan keselamatan. Sudah banyak masyarakat yang jadi korban, jangan tunggu ada korban baru,” ujarnya.

Ama Muti juga mengeluhkan dampak kerusakan jalan terhadap kendaraan warga. Jalan yang berlubang membuat perjalanan menjadi lebih lambat dan meningkatkan risiko kerusakan kendaraan.

“Motor cepat rusak, mobil juga begitu. Kalau jalan bagus, masyarakat tentu lebih nyaman dan aktivitas ekonomi juga lancar. Kami tidak meminta yang berlebihan, kami hanya berharap jalan ini diperbaiki dan ditangani secara serius,” katanya.

Rozama menilai usulan perubahan status ruas jalan tersebut layak dikaji secara serius, terutama jika kemampuan anggaran pemerintah daerah dinilai belum memadai untuk melakukan pembangunan dan pemeliharaan secara optimal.

“Yang kita dorong bukan kepentingan pribadi atau kelompok. Ini demi kepentingan masyarakat luas. Jalan ini sangat penting bagi konektivitas dan perekonomian masyarakat di Kepulauan Nias,” pungkasnya.(Fj).

Share.
Leave A Reply

Exit mobile version