Sabtu, Juni 13

Banten | RMN Indonesia

Langkah taktis Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad yang mengimbau para spekulan dan pemegang valuta asing untuk segera melepas dolar AS mendapat respons positif dari kalangan aktivis. Imbauan tersebut dinilai bukan sekadar gertakan pasar, melainkan cerminan dari sinergi kebijakan fiskal dan moneter yang kian solid.

Koordinator Penerus Banten sekaligus Aktivis Jaringan Nasional Mahasiswa Indonesia, Egi Hendrawan, menyatakan dukungan penuh atas sikap tegas yang ditunjukkan oleh pimpinan DPR tersebut. Menurutnya, optimisme Dasco membawa dampak psikologis yang kuat bagi sentimen pasar domestik.

“Pernyataan Pak Sufmi Dasco Ahmad adalah bentuk intervensi komunikasi publik yang sangat terukur. Ketika seorang pimpinan parlemen berani memberikan garansi moral bahwa rupiah akan perkasa pekan depan, itu artinya Pemerintah sudah mengantongi jangkar kebijakan yang kredibel,” ujar Egi Hendrawan dalam keterangan tertulisnya, Jumat (12/6/2026).

Dorong Sentimen Positif Pasar
Egi menambahkan, tren positif Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan pergerakan rupiah dalam tiga hari terakhir membuktikan bahwa kepercayaan publik terhadap ketahanan ekonomi nasional mulai pulih. Gerakan melepas dolar AS yang diimbau oleh Dasco dipandang sebagai momentum bagi para pelaku ekonomi lokal untuk menunjukkan nasionalisme ekonomi.

“Kami dari Jaringan Nasional Mahasiswa Indonesia melihat ini sebagai momentum penting. Menahan dolar di tengah proyeksi penguatan rupiah hanya akan merugikan pemegang valas itu sendiri. Langkah Pak Dasco mengingatkan publik adalah edukasi sekaligus peringatan agar likuiditas dalam negeri kembali sehat,” lanjut Egi.

Sinergi Fiskal dan Moneter Jadi Kunci
Optimisme parlemen tersebut sejalan dengan proyeksi makroekonomi yang dipaparkan oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI di Senayan, Rabu lalu. Pemerintah dan BI sepakat bahwa tekanan global akan mereda pada semester II-2026 melalui penguatan tata kelola Devisa Hasil Ekspor (DHE).

Secara jangka panjang, Pemerintah dan BI bahkan telah memproyeksikan nilai tukar rupiah pada 2027 akan bergerak stabil di kisaran Rp 16.800 hingga Rp 17.500 per dolar AS.

Menanggapi cetak biru ekonomi tersebut, Egi Hendrawan menegaskan bahwa hadirnya instrumen baru seperti PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) sebagai BUMN ekspor, serta intervensi moneter BI yang konsisten, harus dikawal bersama oleh seluruh elemen bangsa, termasuk generasi muda di daerah.

“Sinergi lima faktor penguat yang disebut Gubernur BI—termasuk kehadiran Danantara—adalah fondasi baru ekonomi kita. Kami di Banten dan jaringan aktivis mahasiswa nasional siap mengawal kebijakan transisional ini agar dampaknya langsung terasa pada stabilitas harga pokok di tingkat akar rumput,” pungkas Egi. (Fj)

Share.
Leave A Reply

Exit mobile version