JAKARTA | RMN Indonesia
Ketua Umum Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) Mohammad Shofiyulloh Cokro atau Gus Shofi menanggapi pernyataan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar alias Cak Imin yang ramai diperbincangkan di media sosial terkait Nahdlatul Ulama (NU) dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).
Gus Shofi menilai pernyataan Cak Imin tidak perlu dimaknai secara serius. Menurutnya, ucapan tersebut lebih tepat dipandang sebagai candaan seorang senior kepada para kadernya.
“Soal itu, Gus Muhaimin itu negarawan sejati, senior bukan hanya untuk PMII namun juga senior dari gerakan mahasiswa,” kata Gus Shofi dikutip dari Inilah.com, Rabu (2/9/2026).
Menurut Gus Shofi, Cak Imin memiliki rekam jejak panjang dalam gerakan mahasiswa sehingga layak dipandang sebagai senior bagi berbagai elemen pergerakan mahasiswa, bukan hanya PMII.
Karena itu, ia menganggap candaan Cak Imin sebagai bentuk dorongan sekaligus motivasi bagi kader organisasi mahasiswa untuk terus berkembang.
“Dan saya menganggap candaan Gus Muhaimin ibarat senior ngecengin kader-kadernya, bagus untuk sebuah motivasi kita semua,” sambungnya.
Cak Imin Sebut NU Terpuruk karena Alumni HMI
Sebelumnya, potongan pernyataan Cak Imin mengenai NU dan HMI ramai beredar di media sosial.
Dalam video yang salah satunya diunggah melalui akun X mantan Ketua Umum PB HMI Anas Urbaningrum, Cak Imin menyebut NU mengalami keterpurukan dalam lima tahun terakhir.
“Yang jelas terpuruk karena dipimpin oleh alumni HMI, kira-kira gitulah,” kata Cak Imin dalam video tersebut.
Pernyataan itu kemudian memicu perbincangan di media sosial, terutama karena dikaitkan dengan dinamika kepemimpinan NU dan latar belakang sejumlah tokohnya.
Namun, Cak Imin kemudian memberikan penjelasan melalui akun X miliknya. Ia menyebut pernyataan tersebut hanya merupakan candaan dalam konteks internal.
Sikap berbeda disampaikan Gus Shofi. Alih-alih memperpanjang polemik, Ketua Umum PB PMII itu memilih memaknai pernyataan Cak Imin sebagai candaan seorang senior yang dapat menjadi bahan refleksi dan motivasi bagi kader-kader organisasi mahasiswa. (Egi)
