Sabtu, April 18

JAKARTA | RMN Indonesia

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta pengembangan kawasan Kota Tua dan pembangunan rumah sakit internasional di samping RS Sumber Waras, masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN).

Permintaan itu disampaikan saat Pramono mendatangi kantor Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

“Kenapa kami usulkan menjadi PSN? Karena itu tadi, supaya mendapatkan treatment di dalam proses pembangunannya menjadi lebih mudah, lebih baik,” tutur Pramono, dikutip. Senin (10/11).
Untuk pengembangan kawasan Kota Tua, lanjut Pramono, Pemprov DKI akan memulai pembangunan pada tahun 2026, dengan penyediaan infrastruktur dasar seperti pedestrian, sungai dan perbaikan jalan-jalan.

Dalam hal ini bekerja sama dengan Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) karena sebagian besar aset milik pemerintah pusat dan BUMN.

“Jadi di sana kan ada aset-aset yang dimiliki oleh pemerintah pusat, terutama oleh BUMN-BUMN pusat. Jadi semua hal yang berkaitan itu tentunya kebersamaan antara Danantara dan Pemerintah DKI akan sangat signifikan karena memang aset sebagian besar adalah milik pemerintah pusat, terutama BUMN. Hal yang menyangkut aset yang dimiliki oleh Danantara, mereka akan melakukan perbaikan,” jelasnya.
Ia menargetkan,renovasi atas penyempurnaan Kota Tua, sudah bisa dilakukan pada tahun 2027.

Sedangkan moda transportasi MRT sudah terhubung pada 2029. Jika sudah begitu, ia yakin kondisi Kota Tua akan jauh berbeda dibandingkan saat ini.

“Sampai 2027 pembangunan untuk MRT yang di permukaan, yang di Kota Tua itu sudah tidak ada, semuanya pembangunannya ke dalam sehingga untuk 2027 diharapkan renovasi ataupun penyempurnaan Kota Tua sudah bisa dilakukan dan 2029 MRT itu sudah sampai Kota Tua. Dengan demikian nanti untuk TOD di Kota Tua itu yang membangun, menyiapkan adalah MRT. Kalau itu sudah bisa dilakukan, saya yakin pasti Kota Tua akan sangat berbeda dengan sekarang ini,” harapnya.
Sementara pembangunan RS internasional di samping RS Sumber Waras, Pramono ingin proyek tersebut menjadi PSN agar pembangunannya bisa lebih lancar. Ia menargetkan RS itu bisa menjadi rujukan utama di Jakarta.

“Kami berkeinginan agar rumah sakit itu betul-betul menjadi rumah sakit rujukan utama di Jakarta karena ruas areanya 3,6 hektare dan lokasinya sangat strategis. Kemudian kalau dikembangkan, direncanakan khusus misalnya untuk rumah sakit hal yang berkaitan dengan jantung, kanker dan penyakit-penyakit khusus, maka saya yakin itu akan menjadi rumah sakit yang baik dan menjadi rujukan bagi Indonesia,” ujarnya.

Meski demikian, pemerintah pusat masih mempelajari usulan dari Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung. Pemprov DKI Jakarta juga akan melengkapi semua admnistrasi yang dibutuhkan.
“Pak Menko tentunya yang pertama beliau akan mempelajari, tetapi karena ini spiritnya untuk kepentingan bersama, saya yakin pasti pemerintah pusat juga akan memberikan support dukungan untuk itu. Kita akan segera melengkapi semua administrasi yang dibutuhkan untuk pembangunan itu,” tuturnya. (Fj)

Share.
Leave A Reply

Exit mobile version