Kamis, Oktober 22

JAKARTA | RMN Indonesia

Sejumlah anggota Greenpeace turun membuat geger di Bundaran Hotel Indonesia (HI) Jakarta Pusat pada Selasa, 20 Oktober 2026. Bertepatan dengan dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka, beberapa anggota Greenpeace membentangkan spanduk dari puncak Monumen Selamat Datang.

Spanduk dengan latar warna kuning tersebut berisi kritikan kepada pemerintah. “Bencana makin parah, Hidup makin susah, Apa kerja pemerintah?” tulis spanduk protes tersebut.

Beberapa anggota Greenpeace sempat membentangkan spanduk itu sebelum kembali melepaskan spanduk tersebut dan turun sekitar pukul 10.30 WIB. Selama peristiwa ini, terlihat petugas pemadam kebakaran dan polisi bersiaga di kawasan tersebut. Beberapa polisi juga terlihat ada yang menyiapkan perahu karet di area kolam Bundaran HI.

Tanggapan Mensesneg dan Gubernur DKI Jakarta

Aksi berani dari aktivis Greenpeace ini langsung mendapat tanggapan dari pemerintah dalam hal ini Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi. Menurut Prasetyo Hadi, pemerintah saat ini telah berupaya dengan keras untuk menangani berbagai permasalahan lingkungan, termasuk kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Yah, kita semua berusaha sekeras-kerasnya, semua sudah dilakukan,” ujar Prasetyo dalam keterangannya.

Dia menegaskan pemerintah tidak menginginkan bencana terjadi atau berlangsung berlarut-larut. Karena itu, berbagai upaya terus dilakukan untuk mempercepat penanganan karhutla. “Bukan juga kemudian tidak ngapa-ngapain sebagaimana yang ditulis di spanduk,” katanya.

Tanggapan juga diberikan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo. Namun sang gubernur menanggapi dengan santai aksi aktivis Greenpeace Indonesia tersebut. Menurutnya hal itu wajar dan justru harusnya mendapat apresiasi dengan catatan memang tidak mengganggu ketertiban umum.

“Jakarta ini atau Indonesia ini adalah negara demokrasi. Yang seperti itu tentunya kita memberikan penghormatan dan apresiasi. Tetapi yang paling penting jangan kemudian mengganggu ketertiban umum,” kata Pramono saat dijumpai di salah satu hotel Jakarta Pusat, Selasa.

Pramono pun berharap spanduk tersebut kini sudah diturunkan karena dapat mengganggu ketertiban di Jakarta. “Sekarang ini saya dengar mereka mudah-mudahan untuk segera turunkan (spanduknya). Jangan sampai ketertiban kita terganggu,” ungkap Pramono. (Egi)

Share.
Leave A Reply

Exit mobile version