Senin, September 7

PEKALONGAN I RMN Indonesia

Dugaan hubungan terlarang antara seorang kepala sekolah dan guru perempuan di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, terbongkar setelah rekaman kamera pengawas (CCTV) di dalam ruang kelas beredar di media sosial.

Aksi yang diduga telah berlangsung selama kurang lebih enam bulan tersebut terungkap setelah sejumlah rekan kerja mulai menaruh curiga terhadap perilaku keduanya.

Karena merasa ada sesuatu yang tidak wajar, sesama rekan kerja kemudian berinisiatif memasang kamera pengawas secara swadaya. Rekaman dari kamera tersebut akhirnya menjadi bukti yang mengungkap dugaan hubungan keduanya.

Kasus itu kemudian dilaporkan secara resmi kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pekalongan pada awal Agustus 2026.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Disdikbud Kabupaten Pekalongan langsung mengambil langkah terhadap kedua tenaga pendidik yang diduga terlibat.

Kepala sekolah tersebut ditarik dari sekolah dan ditempatkan di kantor Disdikbud. Sementara posisi kepala sekolah kemudian diisi oleh seorang pelaksana tugas (Plt).

Hal tersebut dikonfirmasi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan, Kholid.
“Sekarang yang laki-laki dia kepala sekolah, saya taruh di Dinas Pendidikan,” kata Kholid saat dihubungi melalui sambungan telepon, Jumat (4/9/2026).

Tak hanya kepala sekolah, guru perempuan yang diduga terlibat juga mendapatkan tindakan dari pihak dinas. Ia dipindahkan ke sekolah lain yang lokasinya cukup jauh dari sekolah sebelumnya.

Langkah tersebut diambil sebagai bagian dari penanganan kasus sekaligus untuk menjaga kondusivitas lingkungan sekolah.

Pihak Disdikbud Kabupaten Pekalongan masih menangani persoalan tersebut sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Kasus ini juga menjadi perhatian karena melibatkan tenaga pendidik yang semestinya menjadi teladan bagi para siswa.

Peredaran rekaman CCTV di media sosial membuat kasus tersebut semakin menjadi sorotan publik. Namun, informasi mengenai isi rekaman maupun dugaan hubungan keduanya perlu ditempatkan secara hati-hati hingga seluruh proses pemeriksaan dan penanganan selesai dilakukan.(Agus).

Share.
Leave A Reply

Exit mobile version