Jumat, Agustus 14

JAKARTA | RMN Indonesia

Wakil Ketua Komisi IX DPR Charles Honoris mendukung Presiden Prabowo Subianto yang bertekad melanjutkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan perbaikan dan efisiensi. Charles meminta adanya redesign total terhadap program tersebut.

“Kita menyambut baik semangat dari Bapak Presiden dan peran DPR semakin penting untuk memastikan bahwa cita-cita yang beliau sampaikan bisa berhasil,” kata Charles kepada wartawan di DPR, Jumat (14/8/2026).

Namun demikian, ia berpandangan tetap perlu adanya redesign atau rancangan ulang total terhadap program MBG. Ia usul salah satunya memindahkan dapur ke sekolah.

“Saya tetap berpendapat bahwa redesign total, merubah konsep dapur yang tersentralistis menjadi dapur berbasis sekolah. Sehingga celah untuk melakukan korupsi juga semakin kecil, ya,” ucap dia.

Charles menilai dapur yang diurus pihak sekolah dan orang tua murid akan memberi manfaat lebih baik kepada para murid.

“Apalagi kalau kita kembalikan ke sekolah, yang mengelola pastikan orang tua murid melalui komite sekolah, yang pastinya akan memastikan bahwa makanan yang diberikan kepada anak-anak lebih bergizi, aman, dan layak untuk dikonsumsi,” ujar dia.

Lebih lanjut, Charles juga sepakat dengan Prabowo yang menyebut koruptor MBG biadab. Menurutnya, MBG merupakan program sosial.

“Nah, itu tadi. Saya sepakat dengan yang disampaikan Bapak Presiden, yang masih mau korupsi di program ini itu biadab, ya, karena ini program sosial. Makanya, program ini desainnya harus diubah, jangan seperti sekarang,” ujarnya.

Charles kembali menekankan redesign total MBG dengan memindahkan dapur ke sekolah. Dengan begitu, menurutnya, tidak perlu ada pengadaan seperti motor atau yang lainnya.

“Korupsi itu sekali lagi, bukan saja di tubuh BGN dalam arti bukan saja dalam hal pengadaan motor listrik, pengadaan apa, keperluan BGN, tetapi korupsi bisa terjadi di dapur dengan memotong hak yang seharusnya diberikan kepada anak-anak. Yang mestinya porsinya Rp10.000, dipotong diberikan hanya Rp8.000 atau Rp7.000, gitu kan,” tegas dia.

“Oleh karena itu, itu redesign total dari program ini. Kembalikan ke dapur sekolah, jangan dibuat sentralistis, izinkan orang tua murid untuk bisa lebih terlibat ya dalam memberikan makan untuk anak-anaknya. Karena saya percaya orang tua murid tahu apa yang dibutuhkan dan pasti ingin memberikan yang terbaik untuk anak-anaknya,” lanjutnya.

Presiden Prabowo Subianto berkomitmen melanjutkan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Prabowo memastikan perbaikan dan efisiensi dalam keberlangsungan program MBG.

Hal itu disampaikan Prabowo dalam pidato kenegaraan di Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD 2026 di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026). Menurut Prabowo, perbaikan gizi adalah hal yang paling dasar untuk mulai memperbaiki sumber daya manusia ke depan.

Ia tak ingin anak-anak Indonesia belajar dalam keadaan lapar. Prabowo lantas mengungkap data 25 persen anak stunting.

“Tapi itu lah kenyataan yang kita hadapi dan kita laksanakan pada pagi hari ini untuk mengatasi itu, untuk mengatasi stunting yang masih dialami oleh anak-anak kita di beberapa tempat setinggi 25 persen, 1 dari 4 anak Indonesia ada yang mengalami stunting,” kata Prabowo.

Menurutnya, anak yang stunting membuat sel dalam tubuh tidak akan berkembang dengan baik. Hal itu akan berdampak pada kehidupan anak tersebut ke depannya.

“Sel otak tidak berkembang dengan baik, sel otot tidak berkembang, sel tulang tidak berkembang dengan baik, untuk jadi buruh pelabuhan saja ia mungkin tidak akan sanggup. Untuk jadi buruh petani saja dia tidak akan sanggup. Kita tidak boleh menerima 1 dari 4 anak Indonesia mengalami stunting, kita tidak boleh menerima ini,” ujarnya.

Oleh karena itu, ia berkomitmen meneruskan program MBG. “Dan karena itu, saya bertekad teruskan program MBG tapi dengan perbaikan dan efisiensi,” ujarnya. (Fj)

Share.
Leave A Reply

Exit mobile version