JAKARTA | RMN indonesia
Komisi XIII DPR RI melakukan kunjungan kerja ke Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, untuk meninjau kegiatan pembinaan narapidana yang memproduksi material bangunan dari limbah pembakaran batu bara atau fly ash and bottom ash (FABA).
Kunjungan dilakukan di Balai Latihan Kerja (BLK) FABA Nusakambangan, Selasa (10/2/2026), tempat para warga binaan dilatih mengolah limbah FABA menjadi produk konstruksi seperti batako dan paving block. Program ini menjadi bagian dari upaya pembinaan kemandirian narapidana agar memiliki keterampilan produktif.
Ketua Komisi XIII DPR RI Willy Aditya mengatakan pihaknya ingin memastikan program pembinaan berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata, baik bagi warga binaan maupun masyarakat.
“Kami ingin memastikan bahwa pembinaan di lapas benar-benar produktif dan memberi keterampilan yang bisa dimanfaatkan narapidana setelah bebas nanti,” ujar Willy Aditya saat kunjungan.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto menjelaskan bahwa program BLK FABA merupakan hasil kerja sama dengan PT PLN Persero. Limbah batu bara dari PLTU dimanfaatkan menjadi bahan bangunan bernilai ekonomis.
“Ini adalah bentuk pembinaan yang konkret. Narapidana dilatih, diberi keahlian, dan hasil produksinya memiliki nilai guna bagi pembangunan,” kata Agus Andrianto.
Ia menyebutkan, dalam satu hari para narapidana mampu memproduksi ribuan unit batako dan paving block dengan jam kerja terbatas. Produk tersebut saat ini masih dipasarkan di wilayah sekitar Cilacap.
Direktur Utama PT PLN Persero Darmawan Prasodjo menilai pemanfaatan FABA tidak hanya mengurangi limbah, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru.
“Produk yang dihasilkan dari FABA ini memiliki kualitas yang baik dan berpotensi digunakan untuk pembangunan infrastruktur dan perumahan,” ujar Darmawan.
Komisi XIII DPR RI mengapresiasi program tersebut dan mendorong agar pembinaan serupa dapat dikembangkan di lapas lain. Program ini dinilai mampu mengubah paradigma pemasyarakatan dari sekadar penghukuman menjadi pemberdayaan dan produktivitas. (fj)
