Jumat, Oktober 9

JAKARTA | RMN Indonesia

Kepala Badan Reforma Agraria Nasional (BRAN), Jenderal Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., melakukan pertemuan dengan pimpinan Badan Bank Tanah untuk membahas pelaksanaan reforma agraria. Pertemuan tersebut menjadi bagian dari langkah awal Dedi dalam menjalankan tugasnya di BRAN.

Dedi bertemu dengan pimpinan Badan Bank Tanah di Ruang Kepala Badan Pelaksana Bank Tanah, Wisma Nusantara, Jakarta, Kamis (8/10/2026). Pertemuan diisi dengan diskusi dan pertukaran pengalaman terkait pengelolaan tanah serta pelaksanaan program reforma agraria.

“Hari ini saya menemui pimpinan Bank Tanah. Kita berdiskusi dan bertukar pengalaman tentang bagaimana bersama-sama mendukung pelaksanaan reforma agraria agar semakin memberikan manfaat bagi rakyat,” ujarnya dikutip dari keterangannya, Kamis.

Dedi mengatakan, komunikasi dan kerja sama antarlembaga menjadi bagian penting dalam pelaksanaan reforma agraria. Menurut dia, program tersebut membutuhkan keterlibatan berbagai pemangku kepentingan sesuai tugas dan kewenangannya masing-masing.

“Reforma agraria merupakan pekerjaan bersama. Karena itu komunikasi, koordinasi dan sinergi antarlembaga sangat penting agar setiap langkah yang kita lakukan dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi rakyat.”

Dalam pertemuan tersebut, Kepala Badan Pelaksana Bank Tanah Hakiki Sudrajat menyampaikan paparan mengenai peran dan pengalaman Bank Tanah dalam penyediaan serta pengelolaan tanah untuk berbagai kepentingan, termasuk reforma agraria.

Bank Tanah juga memaparkan pengalaman pelaksanaan reforma agraria di atas Hak Pengelolaan (HPL), penataan akses, serta pemberdayaan masyarakat.

Selanjutnya, Dedi menyampaikan gambaran cetak biru dan peta jalan BRAN 2026–2029. Pembahasan tersebut mencakup arah pembangunan kelembagaan, penguatan data agraria, penyusunan program kerja, serta sejumlah agenda prioritas BRAN.

Pada masa awal pembentukan BRAN, Dedi memberikan perhatian pada konsolidasi kelembagaan dan penyusunan agenda kerja. Target 100 hari pertama antara lain mencakup pemetaan dan penanganan kasus agraria prioritas, penguatan kanal komunikasi dan pengaduan rakyat, serta penguatan basis data agraria.

Selain itu, BRAN menyiapkan penyusunan program dan rencana kerja, regulasi pendukung kelembagaan, serta penguatan koordinasi dengan kementerian, lembaga, pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan pemangku kepentingan lainnya.

“100 hari pertama ini kita gunakan untuk membangun fondasi yang kuat. Kita menyusun program secara terukur, memperkuat koordinasi dan memastikan setiap langkah memiliki arah yang jelas.”

Penguatan data agraria juga menjadi salah satu pembahasan dalam pertemuan tersebut. Dedi menyebut data yang akurat dan terpadu diperlukan untuk mendukung perencanaan, penetapan prioritas, hingga pelaksanaan program reforma agraria.

“Data menjadi salah satu fondasi penting. Kita ingin setiap kebijakan dan program didukung oleh informasi yang akurat sehingga pelaksanaannya dapat semakin tepat sasaran.”

BRAN juga membuka ruang kerja sama dengan Bank Tanah dalam pertukaran informasi dan pengalaman sesuai dengan tugas dan kewenangan masing-masing lembaga.

Dedi menegaskan koordinasi akan terus dilakukan dengan berbagai pihak, termasuk kementerian dan lembaga terkait. Menurut dia, masing-masing lembaga memiliki tugas dan pengalaman berbeda dalam mendukung pelaksanaan reforma agraria.

“Kita ingin membangun sinergi yang baik. Masing-masing memiliki tugas dan pengalaman yang berbeda, tetapi tujuannya sama, yaitu mendukung reforma agraria yang memberikan kepastian, kemanfaatan dan kesejahteraan bagi rakyat.”

Dalam pertemuan tersebut hadir Hakiki Sudrajat, Kepala Badan Pelaksana Bank Tanah; Perdananto Aribowo, Deputi Bidang Perencanaan Strategis dan Pengadaan Tanah; Dwi Budi Martono, Sekretaris Komite Badan Bank Tanah; Embun Sari, Ketua Dewan Pengawas Badan Bank Tanah; serta Himawan Arief Sugoto, Penasehat Utama Kepala Badan Pelaksana.

Pertemuan tersebut menjadi salah satu agenda awal Dedi setelah menjalankan tugas sebagai Kepala BRAN. Komunikasi dengan Bank Tanah selanjutnya menjadi bagian dari koordinasi yang dilakukan BRAN dalam menyusun program dan agenda kerja reforma agraria.

“Hari ini kita berdiskusi dengan Bank Tanah. Selanjutnya kita akan terus membangun komunikasi dengan berbagai pihak. Kita bekerja bersama, memperkuat koordinasi dan terus bergerak untuk memberikan manfaat bagi rakyat.” tutup Dedi. (Egi)

Share.
Leave A Reply

Exit mobile version