BEIJING | RMN Indonesia
Industri kendaraan energi baru (new energy vehicle/NEV) di China terus menunjukkan kinerja gemilang sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini. Baik produksi maupun penjualan mencatat lonjakan signifikan, menegaskan posisi China sebagai pasar terbesar dunia untuk kendaraan ramah lingkungan.
Menurut data Asosiasi Manufaktur Mobil China (China Association of Automobile Manufacturers/CAAM) yang dirilis Selasa (14/10), produksi NEV mencapai 11,24 juta unit selama tiga kuartal pertama tahun 2025, naik 35,2 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Sementara itu, penjualan kendaraan energi baru naik 34,9 persen secara tahunan menjadi hampir 11,23 juta unit, setara dengan 46,1 persen dari total penjualan kendaraan di China, menunjukkan pergeseran besar ke arah kendaraan listrik dan hibrida.
Pertumbuhan ini mencerminkan keberhasilan strategi pemerintah China dalam mendorong transisi menuju energi bersih melalui insentif, inovasi teknologi, dan perluasan infrastruktur pengisian daya di seluruh negeri.
Analis industri memperkirakan tren positif ini akan berlanjut hingga akhir tahun, seiring meningkatnya minat konsumen terhadap kendaraan listrik serta ekspansi besar-besaran produsen lokal seperti BYD, NIO, dan XPeng di pasar domestik maupun global.
