Kamis, April 23

TANGERANG | RMN Indonesia

Ketua DPRD Kota Tangerang, Rusdi Alam, menyatakan komitmennya untuk menindaklanjuti seluruh aspirasi buruh yang disampaikan dalam aksi unjuk rasa di depan Pusat Pemerintahan Kota Tangerang pada Rabu (15/10/2025). Salah satu tuntutan utama adalah kenaikan Upah Minimum Kota (UMK) tahun 2026 sebesar 10–11 persen.

Rusdi menegaskan aspirasi tersebut akan menjadi perhatian serius DPRD dalam pembahasan bersama Dewan Pengupahan Kota (Depeko). Ia mengapresiasi cara penyampaian aspirasi para buruh yang dinilai tertib dan berbasis kajian.

“Mereka menyampaikan aspirasi secara baik, salah satunya terkait UMK. Mereka sudah survei ke sejumlah pasar dan punya analisa harga sebagai dasar penghitungan UMK 2026,” ujarnya.

Serikat pekerja diketahui melakukan survei kebutuhan hidup layak (KHL) di Pasar Anyar, Pasar Malabar, dan Pasar Ciledug. Hasil survei tersebut menghasilkan usulan kenaikan UMK sebesar 11,25 persen, berdasarkan 60 komponen KHL.

“Nantinya Dewan Pengupahan akan mengkaji secara objektif dan rasional. Kalau analisanya masuk akal, bisa saja itu menjadi patokan,” jelas Rusdi.

Ia juga menegaskan peran aktif DPRD dalam mengawal pembahasan upah agar menjaga keseimbangan antara kesejahteraan pekerja dan keberlangsungan usaha.

“Kami akan dalami bersama Komisi II dan memberikan rekomendasi kepada Dewan Pengupahan. Prinsipnya, buruhnya sejahtera, pengusahanya juga tetap bisa bertahan,” tambahnya.

Selain persoalan upah, para buruh turut menyampaikan pandangan terkait pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Ketenagakerjaan yang tengah digodok di tingkat nasional. Mereka menyoroti aturan outsourcing dan sistem On Job Training (OJT) yang dinilai belum berpihak pada pekerja.

“Kami akan mempelajari draf yang disampaikan buruh dan, jika perlu, kami teruskan secara resmi ke Senayan,” tegas Rusdi.

Ia juga mengapresiasi jalannya aksi yang berlangsung tertib dan damai. Menurutnya, aspirasi yang disuarakan mencerminkan semangat perjuangan buruh yang konstruktif.

“Aksi tadi berlangsung kondusif. Aspirasi disampaikan dengan cara yang baik. Kita menghargai semangat teman-teman buruh dalam memperjuangkan kesejahteraannya,” ucapnya.

Rusdi menegaskan bahwa DPRD tetap terbuka terhadap masukan dari semua pihak. “Kami menampung dan mengawal setiap aspirasi dengan semangat kemitraan. Pembangunan ketenagakerjaan hanya bisa terwujud jika buruh, pengusaha, dan pemerintah berjalan bersama,” tandasnya. (Hab)

Share.
Leave A Reply

Exit mobile version