JAKARTA | RMN Indonesia
Massa buruh terus berdatangan ke depan Kantor Perwakilan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Indonesia yang berlokasi di Menara Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (30/1/2026). Aksi tersebut menyebabkan kepadatan lalu lintas di sebagian ruas Jalan MH Thamrin.
Pantauan di lokasi menunjukkan, buruh mulai berkumpul sejak sekitar pukul 10.25 WIB. Mereka datang secara berkelompok dengan mengenakan atribut organisasi masing-masing. Sebuah mobil komando tampak memimpin barisan massa yang mulai memenuhi area depan gedung Menara Thamrin.
Bendera sejumlah organisasi buruh seperti Partai Buruh dan Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) terlihat berkibar di antara massa. Selain itu, bendera Palestina turut dibentangkan, disertai berbagai spanduk berisi tuntutan yang menyoroti konflik kemanusiaan di Gaza.
Akibat aksi tersebut, arus lalu lintas di Jalan MH Thamrin arah Patung Kuda mengalami perlambatan di sekitar lokasi unjuk rasa. Kendaraan masih dapat melintas, meski lajunya tersendat. Sementara itu, arus lalu lintas dari arah Thamrin menuju Semanggi terpantau relatif lancar dengan pengaturan dari petugas kepolisian yang berjaga di sejumlah titik.
Aksi unjuk rasa ini membawa isu internasional, khususnya terkait Palestina dan peran Perserikatan Bangsa-Bangsa. Presiden KSPI Said Iqbal menyatakan bahwa buruh menolak rencana keterlibatan Indonesia dalam Dewan Perdamaian Gaza atau Board of Peace (BoP).
“Menolak masuknya Indonesia ke Dewan Perdamaian Gaza atau Board of Peace (BoP). Mendukung kemerdekaan Palestina tanpa campur tangan Israel,” ujar Said Iqbal.
Dalam aksi tersebut, buruh menyampaikan tiga tuntutan utama. Pertama, mendukung penguatan peran Perserikatan Bangsa-Bangsa dalam menciptakan perdamaian dunia. Kedua, menolak keikutsertaan Indonesia dalam Dewan Perdamaian Gaza atau Board of Peace. Ketiga, mendukung kemerdekaan Palestina secara penuh tanpa campur tangan Israel.
Hingga siang hari, aksi buruh masih berlangsung dengan pengawalan aparat kepolisian. Petugas terus bersiaga untuk memastikan aksi berjalan tertib dan situasi keamanan di sekitar kawasan bisnis Jakarta Pusat tetap terkendali. (con)
