Sabtu, April 18

LEBAK | RMN Indonesia

Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Lebak mengharapkan seluruh dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayahnya segera beroperasi penuh guna mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tahun 2025. Saat ini, dari total 107 SPPG yang ditunjuk pemerintah, baru 30 unit dapur yang telah beroperasi di 13 kecamatan di Kabupaten Lebak.

Koordinator Wilayah BGN Kabupaten Lebak, Asep Royani, mengatakan percepatan operasional seluruh SPPG sangat penting agar penyaluran program MBG dapat menjangkau seluruh siswa penerima manfaat, mulai dari tingkat TK/PAUD hingga SMA sederajat, dengan total penerima 90.773 siswa.

“Kami berharap 107 SPPG di Kabupaten Lebak segera beroperasi penuh agar program MBG ini dapat dinikmati seluruh siswa sesuai target nasional. Kami ingin memastikan setiap anak sekolah mendapatkan asupan gizi yang baik, sehat, dan higienis,” kata Asep Royani di Lebak, Ahad (12/10/2025).

Ia menambahkan, hingga kini pelaksanaan program MBG di Kabupaten Lebak berjalan lancar tanpa adanya kasus pelajar yang mengalami gangguan kesehatan akibat konsumsi makanan program tersebut, seperti yang sempat terjadi di beberapa daerah lain.

Menurut Asep, hal tersebut tidak lepas dari pengawasan ketat yang dilakukan berbagai unsur, termasuk Satgas Pemerintah Daerah, BGN, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), ahli nutrisi, TNI, dan Polri.

“Setiap dapur SPPG kami awasi ketat agar menu makanan yang disiapkan benar-benar memenuhi standar gizi, higienis, dan layak konsumsi. Semua pengelola juga wajib memiliki sertifikat penjamah makanan, Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), dan sertifikat halal,” jelasnya.

Sementara itu, salah satu dapur yang sudah beroperasi adalah SPPG Kelurahan Rangkasbitung Barat, yang telah dua pekan melayani lima sekolah dengan total lebih dari 3.000 siswa penerima manfaat.

Ketua SPPG Kelurahan Rangkasbitung Barat, Ayi Ahmad Nuramin, mengatakan pihaknya sangat memperhatikan kualitas bahan baku dan proses produksi agar sesuai dengan standar yang ditetapkan BGN.

“Kami bekerja dengan penuh ketelitian. Semua bahan baku yang masuk harus habis digunakan di hari itu juga, tidak boleh disimpan untuk besok. Proses produksinya juga menggunakan air galon yang bersih, bahkan air kran di dapur kami sudah layak minum,” ungkap Ayi.

Ia menambahkan, variasi menu setiap hari menjadi salah satu strategi menjaga selera makan anak-anak sekaligus memastikan pemenuhan gizi yang seimbang.

“Menu makanan selalu berbeda setiap hari agar anak-anak tidak bosan dan tetap mendapatkan nutrisi yang lengkap,” ujarnya.

Dengan semakin banyaknya dapur SPPG yang beroperasi, BGN Kabupaten Lebak optimistis program Makan Bergizi Gratis tahun 2025 akan berjalan optimal. Program ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas gizi pelajar, mendukung tumbuh kembang anak-anak, serta mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing. (Jat/TR)

Share.
Leave A Reply

Exit mobile version