Jumat, April 17

JAKARTA | RMN indonesia

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI memasang target ambisius dalam penghimpunan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) selama Ramadhan 1447 Hijriah atau 2026 Masehi. Baznas menargetkan pengumpulan dana sebesar Rp515 miliar yang seluruhnya berasal dari penghimpunan Baznas RI di tingkat pusat.

Ketua Baznas RI Noor Achmad menjelaskan target tersebut disusun berdasarkan perhitungan realistis dan tren positif partisipasi muzaki, khususnya dari kalangan korporasi yang kian menunjukkan komitmen menyalurkan zakat melalui Baznas.

“Target Rp515 miliar itu hanya untuk di Baznas RI (pusat) saja. Terkait sumber penghimpunan, kami memproyeksikan kontribusi besar berasal dari perusahaan. Dalam beberapa tahun terakhir, semakin banyak perusahaan yang menyatakan komitmen untuk menunaikan zakat melalui Baznas. Dari sinilah kami berani menetapkan target Rp515 miliar. Angka ini memang terbilang berani, namun landasan dan alasannya kuat,” kata Noor Achmad saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis (5/2/2026).

Ia menegaskan target tersebut tidak semata-mata berorientasi pada capaian angka, melainkan sebagai ikhtiar memperluas manfaat zakat agar dapat dirasakan langsung oleh para mustahik di seluruh Indonesia.

Menurut Noor, peningkatan target penghimpunan ZIS juga sejalan dengan meningkatnya kesadaran masyarakat dalam menunaikan zakat, terutama pada momentum Ramadhan. Ia menilai zakat memiliki peran strategis sebagai kekuatan kolektif umat dalam mengurangi kemiskinan dan kesenjangan sosial.

“Melalui momentum Ramadhan, kami berharap partisipasi masyarakat dalam berzakat melalui Baznas semakin meningkat,” ujarnya.

Noor memastikan seluruh dana ZIS yang terhimpun akan dikelola secara amanah dan profesional. Dana tersebut akan disalurkan ke berbagai program yang berdampak langsung bagi mustahik, mulai dari bantuan sosial, layanan kesehatan, pendidikan, pemberdayaan ekonomi, hingga penanganan bencana.

Ia juga berharap peningkatan kepercayaan publik terhadap Baznas dapat memperkuat peran zakat sebagai instrumen pembangunan sosial dan ekonomi bangsa.

Sementara itu, Pimpinan Baznas RI Bidang Pengumpulan Rizaludin Kurniawan menyampaikan pencapaian target Rp515 miliar akan didorong melalui peningkatan kualitas layanan dan kemudahan akses bagi para muzaki.

Baznas, kata dia, terus memperkuat layanan digital dengan mengoptimalkan kanal pembayaran zakat melalui laman resmi Baznas, berbagai platform daring, serta kerja sama dengan perbankan dan penyedia layanan keuangan digital.

“Langkah ini diharapkan dapat memperluas jangkauan layanan, khususnya bagi masyarakat di wilayah perkotaan dan generasi muda,” ujar Rizaludin.

Selain itu, Baznas juga akan memperluas layanan jemput zakat dan membuka gerai-gerai zakat di berbagai lokasi strategis, termasuk pusat perbelanjaan, guna menjangkau masyarakat yang membutuhkan pendampingan langsung dalam menunaikan zakat.

Rizaludin menegaskan kepercayaan publik menjadi faktor kunci dalam pengelolaan dana ZIS. Oleh karena itu, Baznas berkomitmen menjaga transparansi dan akuntabilitas di setiap tahapan pengelolaan dana.

“Kami terus menjalin kerja sama dengan berbagai mitra strategis, mulai dari kementerian dan lembaga, badan usaha milik negara, sektor swasta, hingga komunitas masyarakat agar potensi zakat, infak, dan sedekah dapat tergali lebih optimal,” kata Rizaludin Kurniawan. (fj)

Share.
Leave A Reply

Exit mobile version