Senin, Agustus 24

SEOUL | RMN Indonesia

Amerika Serikat (AS) membatalkan latihan marinir gabungan dengan Korea Selatan (Korsel) yang dijadwalkan berlangsung bulan depan. Pembatalan tersebut dilakukan di tengah keterbatasan pasukan AS akibat perang dengan Iran.

Seperti dilansir Reuters, Senin (24/8/2026), pembatalan latihan tersebut diumumkan Korps Marinir Korea Selatan melalui pernyataan resmi pada Senin (24/8) waktu setempat.

Latihan gabungan yang dikenal sebagai Ssangyong tersebut rencananya melibatkan personel Marinir AS dan Korsel dalam latihan pendaratan amfibi.

Juru bicara Korps Marinir Korsel mengatakan, Korps Marinir AS telah memberi tahu pihaknya sejak Juni lalu mengenai keterbatasan ketersediaan pasukan untuk mengikuti latihan tingkat divisi tersebut.

“Korps Marinir AS secara resmi memberitahukan kepada kami pada Juni bahwa ketersediaan pasukan mereka akan terbatas untuk latihan tingkat divisi,” ujar juru bicara tersebut dalam keterangannya.

Meski latihan dibatalkan, kedua negara disebut masih melakukan konsultasi secara intensif terkait kemungkinan pelaksanaan kembali latihan gabungan tersebut.

Dalam pernyataan via akun Truth Social miliknya, Trump juga menyebut bahwa latihan militer gabungan, yang bernama Ulchi Freedom Shield itu, mengirimkan “sinyal yang sama sekali tidak pantas dan bermusuhan, terhadap sebuah negara yang, selama Donald J Trump menjabat Presiden, tidak menunjukkan ancaman dan bersikap penuh hormat”. Trump merujuk pada Korea Utara (Korut), yang selalu mengecam latihan gabungan AS-Korsel sebagai “persiapan invasi”.

Meskipun skala latihan gabungan itu dikurangi, Pyongyang meluncurkan 10 rudal balistik jarak pendek pekan lalu dan merilis pernyataan mengecam latihan tersebut.(hmi)

Share.
Leave A Reply

Exit mobile version