Kamis, September 24

JAKARTA I RMN Indonesia

Aktivitas Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang kerap turun langsung ke tengah masyarakat mendapat sorotan. Pengamat politik Hendri menilai pola tersebut memiliki dimensi politik yang perlu dicermati, meski tidak dilakukan dalam bentuk kampanye terbuka.

Hendri bahkan menyebut pola pendekatan tersebut sebagai bentuk “kampanye canggih” yang menurutnya perlu diperhatikan publik.

“Iya, jadi maksud gue ini tuh kampanye canggih. Lo harus hati-hati sama Gibran,” kata Hendri dalam sebuah podcast yang dikutip Senin (21/9/2026).

Menurut Hendri, aktivitas pejabat yang hadir langsung di tengah masyarakat memiliki karakter berbeda dengan kampanye politik konvensional.

Jika kampanye terbuka umumnya ditandai dengan deklarasi, penyampaian visi-misi, atau ajakan memilih, kehadiran pejabat dalam berbagai kegiatan masyarakat dapat berlangsung dalam konteks menjalankan tugas pemerintahan.

Namun, menurut penilaiannya, intensitas pertemuan langsung tersebut juga dapat membangun kedekatan personal dengan masyarakat.

Kedekatan itu, kata Hendri, berpotensi menjadi modal politik apabila dikaitkan dengan kontestasi elektoral di masa mendatang.

Sorotan tersebut muncul di tengah meningkatnya perhatian terhadap dinamika politik menuju Pemilu 2029.

Gibran sendiri merupakan salah satu figur politik yang kerap diperbincangkan dalam bursa politik nasional mendatang.

Meski demikian, penyebutan aktivitas tersebut sebagai “kampanye canggih” merupakan penilaian Hendri, bukan kesimpulan resmi mengenai adanya kampanye politik.

Aktivitas seorang pejabat negara di tengah masyarakat juga dapat merupakan bagian dari pelaksanaan tugas dan agenda pemerintahan.

Karena itu, publik perlu membedakan antara kegiatan resmi seorang pejabat dengan aktivitas yang secara faktual memenuhi unsur kampanye politik. (Agus).

Share.
Leave A Reply

Exit mobile version