JAKARTA | RMN Indonesia
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menegaskan bahwa program padat karya menjadi langkah strategis pemerintah untuk memulihkan ekonomi masyarakat di wilayah Sumatera yang terdampak bencana.
Sejak 12 Desember 2025, Kementerian PU meluncurkan program padat karya dan melibatkan lebih dari 30 ribu tenaga kerja lokal. Dengan langkah ini, pemerintah langsung menggerakkan roda ekonomi masyarakat setempat.
“Melalui program ini, kami melibatkan lebih dari 30.100 warga lokal agar kembali memperoleh penghasilan,” kata Dody di Jakarta, Rabu (28/1/2026).
Untuk mempercepat pemulihan, Kementerian PU menangani pascabencana secara terpadu melalui bidang Bina Marga, Sumber Daya Air, Cipta Karya, dan Prasarana Strategis. Selain itu, kementerian mengintegrasikan pemulihan infrastruktur dasar dengan keberlangsungan aktivitas ekonomi warga.
Dalam pelaksanaannya, Kementerian PU mengerahkan 1.377 personel, termasuk 402 Generasi Muda PU. Pada saat yang sama, pemerintah melibatkan 1.366 personel TNI dan masyarakat guna mempercepat penanganan di lapangan.
Selanjutnya, pemerintah mengoperasikan 1.937 unit alat berat, menyediakan 500 unit sarana pendukung, serta menyalurkan 6.352 bahan material. Seluruh sumber daya tersebut difokuskan pemerintah ke wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Melalui Program Padat Karya Tunai, Kementerian PU tidak hanya membangun kembali infrastruktur, tetapi juga memulihkan penghidupan masyarakat terdampak.
Menurut Dody, program padat karya mempercepat pemulihan infrastruktur sekaligus membuka lapangan kerja baru. Dengan demikian, masyarakat lokal menerima penghasilan langsung dan merasakan pemulihan ekonomi secara nyata.
“Tugas kami salah satunya membersihkan wilayah terdampak, dan kami mengerjakannya selama 24 jam bersama TNI, Polri, dan masyarakat. Oleh karena itu, perekonomian dapat segera bergerak dan warga kembali memperoleh penghasilan,” ujar Dody.
Wilayah Sulit Dijangkau Tetap Ditangani
Sementara itu, di wilayah yang sulit dijangkau alat berat, Kementerian PU mengoptimalkan tenaga kerja padat karya dengan dukungan peralatan ringan. Langkah ini memastikan proses pembersihan tetap menjangkau permukiman warga dan fasilitas umum.
Melalui rangkaian upaya tersebut, pemerintah menargetkan pemulihan ekonomi daerah terdampak bencana berlangsung lebih cepat dan merata. (Fj)
