TANGERANG SELATAN | RMN Indonesia
Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menuntaskan program perbaikan 329 Rumah Umum Tidak Layak Huni (RUTLH) sepanjang 2026. Seluruh target tersebut tersebar di tujuh kecamatan.
Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie mengatakan, program bedah rumah menjadi bagian dari komitmen pemerintah meningkatkan kualitas hunian sekaligus mendorong kehidupan masyarakat yang lebih layak, sehat, dan aman.
“Yang kita lakukan bukan hanya memperbaiki rumah, tetapi bagaimana masyarakat bisa mendapatkan tempat tinggal yang lebih layak, sehat, dan aman. Ke depan tentu kita berharap jumlah penerima manfaat dapat terus meningkat,” ujar Benyamin, beberapa waktu lalu.
Menurut Benyamin, penetapan penerima bantuan dilakukan berdasarkan skala prioritas dan tingkat kelayakan rumah. Pemerintah memastikan bantuan diberikan kepada warga yang benar-benar membutuhkan.
“Yang kita prioritaskan adalah masyarakat yang memang membutuhkan, sehingga bantuan ini bisa tepat sasaran dan memberikan dampak langsung terhadap kualitas hidup warga,” katanya.
Program RUTLH menyasar masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), masyarakat miskin, serta penyandang disabilitas yang tidak produktif.
Pelaksanaannya mengacu pada Peraturan Wali Kota tentang Pedoman Pelaksanaan Perbaikan RUTLH.
Setiap rumah penerima mendapatkan bantuan senilai Rp75 juta. Bantuan tersebut diberikan dalam bentuk material bangunan dan jasa atau tenaga kerja, bukan dalam bentuk uang tunai.
Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimta) Kota Tangsel Aries Kurniawan memastikan seluruh target perbaikan rumah tahun ini telah terealisasi.
“Target bedah rumah tahun 2026 sebanyak 329 unit dan Alhamdulillah sudah terealisasikan seluruhnya,” ujar Aries.
Dari total 329 unit, Kecamatan Pondok Aren menjadi wilayah dengan alokasi terbanyak, yakni 77 unit.
Disusul Serpong 56 unit, Ciputat 49 unit, Pamulang 40 unit, Serpong Utara 38 unit, Ciputat Timur 37 unit, dan Setu 32 unit.
Dengan rampungnya seluruh target tersebut, Pemkot Tangsel berharap program bedah rumah tidak hanya memperbaiki kondisi bangunan, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat penerima manfaat.
Pemerintah pun berkomitmen melanjutkan intervensi terhadap rumah tidak layak huni secara berkelanjutan agar semakin banyak warga Tangsel dapat menikmati hunian yang sehat, aman, dan layak.(Fj)
