TOMOHON | RMN Indonesia
Staf Khusus Gubernur Sulawesi Utara Bidang Seni dan Budaya, Erik Dayoh, mendorong agar Festival Wanua Woloan tidak hanya digelar sebagai sebuah kegiatan seremonial, tetapi dapat berkembang menjadi ekosistem budaya yang dilaksanakan secara berkelanjutan setiap tahun.
Menurut Erik, keberadaan Festival Wanua Woloan memiliki nilai penting dalam menjaga serta melestarikan warisan budaya yang ada di daerah tersebut.
“Festival Wanua Woloan ini jangan hanya menjadi suatu event, melainkan harus menjadi ekosistem yang harus dijaga dan dilaksanakan setiap tahun,” ujar Erik.
Ia mengatakan, kebudayaan merupakan salah satu pondasi penting dalam membentuk harga diri dan jati diri masyarakat. Karena itu, kegiatan seperti Festival Wanua Woloan perlu terus didukung dan dikembangkan.
“Festival Woloan ini juga bermanfaat untuk menjaga warisan-warisan budaya. Kebudayaan itu yang menjadi pondasi untuk membentuk harga diri dan jati diri kita,” katanya.
Erik juga menyarankan agar pelaksanaan Festival Wanua Woloan pada tahun mendatang dapat dikemas lebih meriah dan menarik, sehingga mampu menjangkau lebih banyak masyarakat maupun wisatawan.

Ia memastikan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara memberikan dukungan terhadap pelaksanaan festival tersebut.
“Pemerintah provinsi sangat support dan pastinya mendukung,” ujarnya.
Lebih lanjut, Erik berharap Festival Wanua Woloan dapat dimasukkan dalam kalender kegiatan atau agenda pariwisata dan kebudayaan Sulawesi Utara. Dengan demikian, festival tersebut diharapkan semakin dikenal dan mampu menarik lebih banyak orang untuk datang, menikmati, sekaligus mengapresiasi kekayaan budaya yang ditampilkan.
“Harapannya kegiatan ini bisa dimasukkan dalam kalender kegiatan atau agenda pariwisata dan kebudayaan, agar lebih banyak orang yang akan menikmati dan mengapresiasi festival ini,” pungkasnya.(hmi)
