Rabu, Mei 6

NIAS UTARA | RMN Indonesia

Tujuh hari sudah perairan Ture Zoulihe, Desa Muzoi, Kecamatan Lahewa, disisir tanpa henti. Harapan menemukan Otiaro Gea (50) yang diterkam buaya perlahan memudar. Operasi SAR pun resmi diusulkan ditutup, Senin (4/5/2026).

Peristiwa tragis itu terjadi pada Senin malam (27/4/2026) sekitar pukul 22.00 WIB. Saat itu, korban bersama tiga rekannya tengah mencari ikan di perairan setempat. Aktivitas yang awalnya berjalan biasa mendadak berubah mencekam ketika seekor buaya muncul dan langsung menerkam korban.

Teriakan panik pecah di tengah gelapnya malam. Rekan-rekan korban berusaha memberikan pertolongan, namun derasnya arus dan situasi yang gelap membuat upaya tersebut sia-sia. Tubuh korban hilang seketika ke dalam air.

Warga setempat yang mendapat kabar langsung turun melakukan pencarian seadanya. Namun hingga pagi hari, korban tak kunjung ditemukan. Laporan resmi kemudian disampaikan ke Kantor SAR Nias pada Selasa pagi (28/4/2026).

Sejak itu, operasi pencarian besar-besaran dilakukan. Tim Rescue bersama unsur SAR gabungan menyisir lokasi kejadian hingga ke arah muara dan laut lepas yang diduga menjadi jalur pergerakan buaya.

Hari demi hari berlalu tanpa tanda-tanda keberadaan korban. Memasuki hari ketujuh, tim kembali melakukan briefing dan evaluasi. Semua potensi titik pencarian telah disisir, namun hasil tetap nihil.

Akhirnya, melalui musyawarah bersama antara tim SAR, keluarga korban, dan masyarakat, diputuskan operasi pencarian dihentikan. Korban dinyatakan hilang.

Kepala Kantor SAR Nias, Putu Arga Sudjarwadi, menyebut keputusan ini diambil setelah seluruh upaya maksimal dilakukan.

“Selama tujuh hari, seluruh unsur SAR gabungan telah bekerja keras melakukan pencarian. Namun hingga hari terakhir, korban belum ditemukan,” ujarnya.

Ia menegaskan, operasi dapat dibuka kembali apabila di kemudian hari ditemukan tanda-tanda keberadaan korban.
Di balik penghentian operasi ini, duka mendalam menyelimuti keluarga korban. Harapan yang sempat terjaga kini harus pupus, berganti dengan keikhlasan menerima kenyataan pahit.

“Kami turut berbelasungkawa sedalam-dalamnya. Semoga keluarga diberikan kekuatan dan ketabahan,” ucap Putu.

Operasi ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari Kantor SAR Nias, Pos AL Lahewa, Koramil dan Polsek Lahewa, BPBD Kabupaten Nias Utara, hingga masyarakat setempat. Beragam peralatan dikerahkan, seperti perahu LCR bermotor, kendaraan rescue, alat SAR air, alat komunikasi, hingga perlengkapan medis.

Namun pada akhirnya, alam berkata lain. Perairan Ture Zoulihe menyimpan kisah pilu tentang seorang nelayan yang hilang di terkam predator, dan upaya panjang yang harus berakhir tanpa jawaban.(Fj).

Share.
Leave A Reply

Exit mobile version