JAKARTA | RMN Indonesia
Pabrik pakan hingga produksi anak ayam akan dibangun di 30 titik daerah. Langkah ini sebagai upaya peningkatan pasokan ayam dan telur dalam negeri.
Tahap pertama, pabrik dibangun di 13 titik daerah. Dalam pembangunanya, dua BUMN pangan telah ditunjuk yakni PTPN III (Holding) dan PT Berdikari.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan proyek ini tidak akan mematikan peternak mandiri atau kecil. Pabrik yang dibangun ini bukan pengembangbiakan ayam atau produksi telur, tetapi pengadaan pakan, obat-obatan, vaksin, hingga day old chick (DOC) atau anak ayam.
“Kemudian nantinya peternak operasi mensuplai pakan, obat-obatan dengan harga pemerintah. Jadi, ini menopang saudara-saudara kita peternak daripada berteriak tiap tahun. Pakannya dari pemerintah, tetapi pemerintah, BUMN tidak bergerak di budidaya,” kata dia dalam rapat kerja dengan Komisi IV DPR RI di Gedung DPR RI, Jakarta Pusat, dikutip, Senin (24/11).
Amran juga menyinggung soal DOC yang sengaja harganya dinaikkan oleh pengusaha. Hal ini membuat peternak kecil atau mandiri teriak kesulitan. “Ada kemarin saat permintaan tinggi, DOC-nya dinaikkan 30%, jadi kami langsung panggil Charoen Pokphand (untuk minta harga) turun. Alhamdulillah turun (harga DOC),” terangnya.
Dia kembali menegaskan kembali bahwa proyek ini untuk membantu petani dan menstabilkan harga daging dan telur ayam. Anggaran pembangunan pabrik ini ditetapkan sebesar Rp 20 triliun yang bersumber dari Danantara.(Fj)
