TANGERANG | RMN Indonesia
Wakil Bupati Tangerang Intan Nurul Hikmah mendorong permainan tradisional menjadi pelopor implementasi pengembangan minat, bakat, dan kreativitas anak dalam memperkuat karakter.
“Saya sangat berharap para peserta pelatihan KHA ini bisa jadi pelopor dalam mengimplementasikan permainan tradisional sebagai pusat kreativitas dan pengembangan bakat serta minat anak nantinya,” kata dia saat membuka Pelatihan Konvensi Hak Anak (KHA) di Tangerang, Kamis.
Dia mengatakan permainan tradisional bukan hanya olahraga prestasi namun banyak mengajarkan tentang sportifitas, kejujuran, kerja sama, disiplin kepemimpinan, gotong royong, toleransi, dan kemampuan memecahkan masalah.
“Jadi olahraga tradisional itu bukan cuma berprestasi bertanding tapi banyak filosofinya, mengajarkan karakter, bekerja tim, bukan egois maunya sendiri. Nilai-nilai inilah yang kelak akan menjadi fondasi lahirnya generasi emas Kabupaten Tangerang dan Indonesia karena di sinilah kalian,” katanya.
Ia berharap, permainan tradisional harus terus dilestarikan, salah satunya dengan menyosialisasikan ke sekolah-sekolah dan menggelar berbagai permainan tradisional bukan hanya untuk memeriahkan perayaan hari besar nasional tapi juga kegiatan lainnya.
Pihaknya mengapresiasi prestasi anak di Kabupaten Tangerang dalam bidang olahraga tradisional yang membanggakan di tingkat nasional.
“Alhamdulillah sejak jadi ketua KORMI, sekolah-sekolah ini antusiasnya luar biasa, ternyata para pelajar Kabupaten Tangerang sudah banyak mengukir prestasi di tingkat nasional, kita itu juara enggrang sama dagongan di NTB dalam ajang FORNAS,” ujarnya.
Ia mengajak semua pihak menguatkan sinergi dalam melestarikan dan menghidupkan kembali olahraga tradisional yang mengandung nilai-nilai luhur bangsa.
“Jangan biarkan anak-anak kita kehilangan ruang untuk tertawa bersama, belajar menghargai teman, mengenal budaya dan tumbuh menjadi pribadi yang sehat serta berkarakter,” kata dia.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Tangerang Asep Suherman menambahkan pelatihan KHA komitmen dunia untuk menjamin terpenuhinya hak-hak setiap anak agar dapat tumbuh berkembang memperoleh perlindungan serta berpartisipasi secara optimal sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaannya.
Dia mengharapkan kegiatan ini melahirkan generasi pelopor yang memahami hak-haknya, mencintai budaya bangsa melalui permainan tradisional serta aktif berpartisipasi dalam pembangunan serta mampu menjadi agen perubahan positif di lingkungan masing-masing.
“Saya berharap kepada seluruh peserta mengikuti setiap materi praktik dan simulasi dengan sungguh-sungguh. Jadikan pelatihan ini sebagai bekal untuk mengembangkan berbagai kegiatan kreatif sekolah, lingkungan tempat tinggal, forum anak kecamatan maupun komunitas masing-masing,” ujarnya. (Fj)
