JAKARTA I RMN Indonesia
Menanggapi pernyataan Saiful Mujani yang disampaikan dalam sebuah forum diskusi publik di Jakarta pada pekan ini sebagai seorang pengamat politik, yang mengajak untuk mengonsolidasikan kekuatan guna menjatuhkan Presiden Prabowo Subianto.” Kami dari SIAGA 98 menyampaikan sikap tegas sebagai berikut:
“Kami dengan tegas menolak ajakan tersebut karena tidak memiliki dasar yang kuat, baik secara politik maupun konstitusional. Dalam sistem demokrasi yang berlandaskan hukum seperti Indonesia, pergantian kepemimpinan harus dilakukan melalui mekanisme yang sah, bukan melalui seruan yang berpotensi menimbulkan instabilitas,” kata Koordinator SIAGA 98, Hasanuddin, Kepada wartawan, Rabu (8/4/2026).
Hasanuddin juga menilai bahwa ajakan tersebut tidak dapat dibenarkan sebagai bagian dari kebebasan demokratis. Hak untuk berkumpul dan menyampaikan pendapat memang dijamin oleh konstitusi, namun kebebasan tersebut memiliki batas, yakni tidak boleh mengarah pada tindakan yang merusak tatanan demokrasi itu sendiri.
Mengajak untuk menjatuhkan pemerintahan yang sah di luar mekanisme konstitusi bukanlah ekspresi demokrasi, melainkan bentuk penyimpangan dari prinsip demokrasi.
Lebih jauh, SIAGA 98 berpandangan bahwa pernyataan tersebut bukanlah bentuk kritik yang sehat. Kritik dalam demokrasi seharusnya bersifat konstruktif, berbasis data, serta bertujuan memperbaiki kebijakan, bukan justru memprovokasi perpecahan atau delegitimasi pemerintahan yang sah. Kritik yang sehat memperkuat demokrasi, sedangkan narasi provokatif justru melemahkannya.
Di tengah situasi global yang tidak menentu, khususnya krisis di kawasan Timur Tengah yang berpotensi berdampak pada ekonomi dan stabilitas dunia, Indonesia justru membutuhkan persatuan nasional yang kokoh. Dalam kondisi seperti ini, energi bangsa seharusnya difokuskan pada penguatan ketahanan nasional, stabilitas ekonomi, serta solidaritas sosial, bukan pada konflik politik yang tidak produktif.
“Kami meyakini bahwa Indonesia dibawah Presiden Prabowo Subianto saat ini memiliki kapasitas dan pengalaman untuk menghadapi dinamika global tersebut, asalkan seluruh elemen bangsa menjaga persatuan dan tidak terjebak dalam narasi yang memecah belah. Oleh karena itu, kami mengajak seluruh masyarakat untuk tetap kritis, namun dalam koridor konstitusi, serta bersama-sama menjaga keutuhan bangsa dan negara,” ujarnya.(fj).
