Jumat, April 17

JAKARTA | RMN Indonesia

Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) kini meluas ke jaringan SPBU Vivo, menyusul kondisi serupa yang lebih dulu dialami SPBU Shell dan bp sejak pertengahan Agustus lalu.

Melalui pengumuman resmi di akun Instagram @spbuvivo, pihak Vivo Energy Indonesia menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan atas tidak tersedianya seluruh jenis BBM bensin Revvo, yaitu Revvo90, Revvo92, dan Revvo95 di semua lokasi SPBU.

“Mohon maaf kepada pelanggan setia kami. Saat ini BBM jenis bensin belum tersedia di seluruh lokasi SPBU Vivo,” tulis manajemen, dikutip Rabu (15/10).

Meski demikian, pasokan Diesel Primus Plus disebut masih tersedia dan dapat dilayani di seluruh jaringan SPBU Vivo.

“Kami terus berupaya menyediakan produk BBM berkualitas agar dapat kembali melayani kamu secepatnya,” tambah pihak Vivo.

Sebelumnya, Direktur Vivo Energy Indonesia Leonard Mamahit menyebut stok BBM di SPBU Vivo hanya mampu bertahan hingga pertengahan Oktober 2025. Untuk menjaga pasokan, Vivo telah menjalin komunikasi dengan Pertamina Patra Niaga terkait pembelian bahan bakar murni (base fuel).

Pada 26 September, Pertamina Patra Niaga dan Vivo sempat menyepakati jual beli 40 ribu barel base fuel dari total 100 ribu barel yang diimpor Pertamina. Namun, kerja sama tersebut batal dilanjutkan usai ditemukan kadar etanol sebesar 3,5 persen dalam hasil uji laboratorium bahan bakar tersebut.

Kendati demikian, Pertamina Patra Niaga menegaskan bahwa pembicaraan teknis dengan Vivo serta APR–AKR Corporindo Tbk (pengelola SPBU bp) masih berlanjut.

“Beberapa badan usaha swasta sudah dalam tahap negosiasi. Kami coba bantu dari sisi penyediaan,” ujar Pj Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun.

Hingga kini, masyarakat berharap agar pasokan BBM di SPBU swasta dapat segera pulih guna menghindari antrean panjang dan potensi lonjakan permintaan di SPBU Pertamina.

Share.
Leave A Reply

Exit mobile version