Rabu, September 2

JAKARTA | RMN Indonesia

Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, menjanjikan balasan terhadap Amerika Serikat setelah serangan yang disebut pihak Iran menghantam sebuah rumah di Provinsi Hormozgan dan menewaskan empat orang.

Serangan rudal militer AS dilaporkan menghantam sebuah rumah di dekat Kota Sirik, Provinsi Hormozgan, Iran, pada Selasa (1/9/2026). Rumah tersebut tengah digunakan untuk menggelar pesta pernikahan.

Pihak Iran menyatakan serangan tersebut menewaskan empat orang, termasuk seorang balita, serta melukai lebih dari 50 orang. Menurut laporan yang dikutip, serpihan rudal menghantam rumah warga di Kota Kuhestak, wilayah Sirik, saat pesta pernikahan sedang berlangsung.

Merespons serangan tersebut, Mojtaba menjanjikan pembalasan terhadap Amerika Serikat. Ia mengatakan Iran akan memberikan respons yang disebutnya tidak akan dilupakan oleh AS.

“Bangsa Iran yang tercinta dan poros perlawanan akan memberi pelajaran tak terlupakan bagi Amerika,” ujar Mojtaba, seperti dilaporkan Tasnim.

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) juga menyatakan akan melakukan pembalasan terhadap AS menyusul serangan tersebut.

“Mereka akan menyesali serangan-serangan barunya. Hukuman berat menanti para agresor,” kata Juru Bicara IRGC Hossein Mohebi, dikutip dari 18News.

Iran kemudian merespons serangan AS dengan melancarkan serangan rudal dan pesawat nirawak (drone) yang menyasar sejumlah pangkalan Amerika Serikat di Bahrain, Kuwait, dan Yordania.

IRGC juga menyatakan telah melancarkan serangan rudal dan drone terkoordinasi terhadap pangkalan AS di Erbil, wilayah otonom Kurdistan, Irak.

IRGC mengklaim serangan tersebut menghancurkan sebuah pusat pemeliharaan, sejumlah gudang, serta sistem pemandu aerostat pengintai milik Amerika Serikat.

Serangkaian serangan dan ancaman balasan tersebut menambah ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah. Namun, sejumlah klaim mengenai sasaran dan dampak serangan masih merupakan pernyataan dari pihak yang terlibat.(hmi)

Share.
Leave A Reply

Exit mobile version