SOLO | RMN indonesia
Peristiwa kekerasan terjadi saat kegiatan tradisi membangunkan sahur (tongtek) di wilayah Kabupaten Pati. Seorang remaja berinisial FD (18) dilaporkan meninggal dunia setelah terlibat insiden dengan kelompok pemuda lain.
Berdasarkan keterangan kepolisian, kejadian berlangsung pada Kamis (12/3) dini hari di Desa Talun, Kecamatan Kayen. Saat itu, rombongan korban tengah melakukan kegiatan tongtek dan berpapasan dengan kelompok lain.
Awalnya, pertemuan kedua kelompok tidak menimbulkan keributan. Namun, korban kemudian kembali menghampiri kelompok tersebut seorang diri. Situasi selanjutnya berkembang menjadi aksi kekerasan yang melibatkan sejumlah orang.
Dalam insiden tersebut, korban mengalami luka serius dan sempat mendapatkan penanganan medis. Namun, nyawanya tidak tertolong.
Pihak kepolisian telah mengamankan sejumlah orang yang diduga terlibat. Dari hasil penyelidikan, empat orang yang masih berstatus anak telah ditetapkan sebagai tersangka dan penanganannya dilakukan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku bagi anak berhadapan dengan hukum.
Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti terkait peristiwa tersebut. Proses hukum saat ini masih terus berjalan untuk mengungkap secara menyeluruh peran masing-masing pihak.
Peristiwa ini menjadi perhatian berbagai pihak, mengingat tongtek merupakan tradisi masyarakat yang biasanya dilakukan untuk membangunkan warga saat sahur selama bulan Ramadan.(fj)
