Jakarta | RMN Indonesia
Pengamat politik Pangi Syarwi Chaniago mengkritisi kompetensi pejabat negara Hasan Nasbi dan Muhammad Qodari.
Hasan Nasbi merupakan Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Qodari adalah Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI.
“Namanya Qodari dan Hasan Nasbi, begitu-begitu saja. Orang sudah minta mundur, ditarik lagi (ke pemerintahan),” kata Pangi, dikutip dari Youtube Bambang Widjojanto, Senin (25/5).
Pangi menyoroti pejabat negara yang terus salah bicara, meminta maaf, hingga memunculkan polemik.
Dia menyinggung blunder yang dilakukan Bakom RI terkait pernyataan homeless media, yang disertai dengan mencatut nama sejumlah lembaga.
“Saya tidak habis pikir, pengetahuan dasarnya kok tidak ada. Kalau (nama media) di-publish, orang nyaman tidak?” tuturnya.
Pangi menilai jika logika Bakom RI berjalan, permainannya cantik dan tidak perlu berkoar-koar mengumumkan homeless media.
“(Bakom) sudah minta maaf. Tidak ada yang katanya mengondisikan, menertibkan. Maksud saya, kelasnya Bakom kok begitu,” ujarnya.
Dia membandingkan kinerja Hasan Nasbi dan Muhammad Qodari dengan eks Mensesneg Pratikno.
“Pratikno tidak perlu tampil dan ngomong, tetapi semuanya tertib dengan dia serta Jokowi. Maksudnya, jangan kalah juga dengan timnya (pemerintahan) Jokowi,” tuturnya.
Pangi menyentil track record Hasan Nasbi yang pernah mengundurkan diri dari pemerintahan. Kemudian, ditarik lagi ke lingkaran kekuasaan.
“Orang sudah minta mundur, ditarik lagi. Kalau kita punya dignity (harga diri) pemerintah, orang mundur kok ditarik lagi?” ucapnya. (Egi)
