JAKARTA | RMN indonesia
Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno meminta Google sebagai salah satu penyelenggara sistem jasa dan produk internet terbesar di dunia untuk ikut berperan aktif dalam mewujudkan keamanan dan kenyamanan berinternet di Indonesia. Ia menegaskan bahwa ketergantungan masyarakat terhadap platform digital menuntut tanggung jawab yang lebih besar dari perusahaan teknologi.
Permintaan tersebut disampaikan Pratikno dalam kegiatan Hari Keamanan Berinternet 2026 yang digelar di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Selasa (10/2/2026). Dalam kesempatan itu, ia menggambarkan posisi masyarakat sebagai pengguna yang tidak memiliki banyak pilihan selain bergantung pada layanan digital.
“Kita ini kan enggak ada pilihan. Kalau kita pergi haji, pilihannya naik pesawat, walaupun kita tahu ada risiko pesawat jatuh, tapi kan tidak berarti kemudian solusinya jalan kaki. Cuma tolong industri pesawat, rawat pesawat Anda dengan baik, mikirin nasib kita para penumpang. Ya kira-kira begitu juga yang ingin saya katakan kepada YouTube, kepada Google,” kata Pratikno.
Menurut Pratikno, tanggung jawab penyelenggara platform digital tidak cukup hanya sebatas menyediakan panduan penggunaan internet bagi orang tua, guru, dan anak-anak. Ia menilai panduan tersebut tidak akan berdampak apa pun apabila tidak benar-benar digunakan dan diimplementasikan oleh masyarakat.
“Anda (harusnya) bukan sudah membuat guidance, tapi sejauh mana orang Indonesia, guru Indonesia, anak Indonesia, orang tua anak-anak Indonesia menggunakan (panduan). Kalau sudah membuat nggak ada yang digunakan, nggak berguna,” ujarnya.
Pratikno juga menegaskan bahwa penyelenggara platform digital memperoleh keuntungan besar dari pengguna di Indonesia. Oleh karena itu, ia meminta agar tanggung jawab sosial dan perlindungan pengguna ditempatkan sebagai prioritas utama.
“Kita-kita ini sudah tergantung, banyak tergantung kepada Anda. Anda making big money from us. Please, responsible,” ucapnya dengan tegas.
Lebih lanjut, Pratikno mengajak seluruh penyelenggara sistem jasa dan produk internet untuk berinovasi bersama pemerintah demi menciptakan ruang digital yang aman, sehat, dan nyaman bagi seluruh lapisan masyarakat. Ia menilai bahwa upaya edukasi yang selama ini dilakukan pemerintah belum cukup apabila tidak didukung oleh sistem yang kuat dan mekanisme perlindungan otomatis.
Ia menekankan pentingnya penerapan teknologi yang dapat memastikan edukasi tentang keamanan berinternet benar-benar sampai dan diterapkan oleh pengguna.
“Mestinya ada mekanisme otomasi untuk menjamin bahwa edukasi itu delivered. Kalau urusan digital itu sampai merusak fisik, mental anak, kita ini dosa. Dosanya bukan dosa biasa, ini dosa jariah,” ucap Pratikno.
Meski menyampaikan kritik dan dorongan tegas, Pratikno tetap mengapresiasi peran Google dalam mendukung penyelenggaraan sistem jasa dan produk internet di Indonesia. Ia berharap ke depan akan ada penguatan sistem dan komitmen yang lebih konkret dari perusahaan teknologi untuk melindungi pengguna, khususnya anak-anak dan kelompok rentan.
Dengan kolaborasi antara pemerintah dan penyelenggara platform digital, Pratikno optimistis keamanan dan kenyamanan berinternet di Indonesia dapat terus ditingkatkan seiring pesatnya perkembangan teknologi. (fj)
