Jumat, April 17

JAKARTA | RMN indonesia

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menepis anggapan bahwa kondisi ekonomi Indonesia sedang morat-marit sebagaimana yang kerap disampaikan sejumlah ekonom di media sosial.

Pernyataan tersebut disampaikan Purbaya dalam sidang kabinet di hadapan Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jumat (13/3/2026).

“Jadi kita jauh dari apa yang disebut dengan namanya morat-marit kata ekonom-ekonom di luar itu, Pak. Di TikTok banyak yang ngomong begitu,” ujar Purbaya dalam Sidang Kabinet Paripurna.

Ia juga membantah klaim yang menyebut ekonomi Indonesia tengah mengalami resesi dan berada di ambang kehancuran. Menurutnya, penilaian tersebut tidak sesuai dengan data ekonomi terbaru.

“Di luar banyak yang bilang kita sudah resesi, ekonom-ekonom yang agak aneh bilang kita sudah resesi tinggal tunggu hancurnya,” tambahnya.

Purbaya menjelaskan, dari sisi suplai ekonomi nasional menunjukkan kondisi yang baik. Hal ini terlihat dari indikator Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur pada Februari 2026 yang mencapai 53,8 atau menjadi salah satu yang tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.

Menurutnya, capaian tersebut menandakan adanya perbaikan yang kuat di sektor manufaktur sehingga sisi suplai ekonomi tumbuh dengan baik.

“Artinya sisi suplai tumbuh dengan kuat. Ini bukan data dari BPS, tapi dari pihak lain yang mengonfirmasi bahwa ekonomi kita memang sedang tumbuh,” jelasnya.

Terkait inflasi, Purbaya menyebut angka inflasi nasional pada Februari 2026 tercatat 4,76 persen secara tahunan (year on year/YoY). Namun angka tersebut dipengaruhi oleh faktor teknis, yakni adanya diskon tarif listrik yang diberikan pemerintah pada periode yang sama tahun sebelumnya sehingga membuat basis inflasi menjadi rendah.

Menurutnya, jika faktor subsidi listrik tersebut dikeluarkan dari perhitungan, maka inflasi sebenarnya hanya berada di kisaran 2,59 persen.

“Jadi kita masih aman untuk tumbuh lebih cepat lagi, ekonominya tidak kepanasan,” paparnya.

Selain itu, Purbaya juga menyampaikan sejumlah indikator lain yang menunjukkan pertumbuhan ekonomi nasional masih positif. Salah satunya berasal dari sektor otomotif yang mencatat penjualan mobil meningkat 12,2 persen pada Februari 2026.(Fj)

Share.
Leave A Reply

Exit mobile version