Sabtu, April 18

JAKARTA | RMN Indonesia

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengintensifkan penyelamatan aset negara dengan menggandeng pemerintah daerah. Sepanjang 2025, langkah ini berhasil menyelamatkan dan menertibkan aset senilai Rp122,10 triliun.

Ketua KPK Setyo Budiyanto menyampaikan capaian tersebut saat rapat kerja bersama Komisi III DPR, Rabu (28/1/2026). Ia menegaskan, KPK tidak hanya memulihkan kerugian negara melalui penindakan perkara korupsi, tetapi juga lewat koordinasi dan supervisi bersama pemerintah daerah.

“KPK memperkuat pengelolaan keuangan negara melalui koordinasi dan supervisi, bukan hanya melalui penanganan tindak pidana korupsi,” ujar Setyo.

Setyo menjelaskan, KPK dan pemerintah daerah menyelamatkan Rp116,7 triliun aset fasilitas sosial dan fasilitas umum. Selain itu, KPK bersama Pemda juga berhasil menagih tunggakan pajak daerah senilai Rp5,41 triliun.

Melalui langkah ini, KPK memastikan pemerintah daerah kembali menguasai aset strategis yang sebelumnya bermasalah secara administrasi maupun hukum.

“KPK bersama Pemda menyelamatkan dan menertibkan aset daerah sepanjang 2025,” tegas Setyo.

KPK menertibkan berbagai aset publik, mulai dari waduk, pasar, hingga kebun binatang. Tim KPK mengawal proses administrasi agar aset tersebut kembali tercatat sebagai milik sah pemerintah daerah.

“Kami mengembalikan aset-aset ini agar pemerintah daerah dapat mengelolanya untuk kepentingan masyarakat,” kata Setyo.

Langkah tersebut sekaligus memperbaiki tata kelola aset daerah dan mencegah penguasaan ilegal oleh pihak tertentu.

Pengembalian Uang Korupsi Capai Rp1,531 Triliun

Selain penertiban aset daerah, KPK juga mencatat pengembalian uang hasil korupsi ke kas negara senilai Rp1,531 triliun sepanjang 2025. Nilai tersebut berasal dari berbagai perkara yang telah berkekuatan hukum tetap.

Setyo menegaskan, KPK akan terus meningkatkan pemulihan kerugian negara melalui pendekatan penindakan dan pencegahan secara seimbang.

“KPK terus mengembalikan aset dan uang negara agar manfaatnya kembali dirasakan masyarakat,” tutupnya. (Fj)

Share.
Leave A Reply

Exit mobile version