Kamis, November 5

DENPASAR | RMN Indonesia

Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi Partai Golkar, Gde Sumarjaya Linggih, mendorong generasi muda untuk tidak sekadar menjadi penonton di tengah pesatnya perkembangan ekonomi digital dan perdagangan global. Mahasiswa dituntut berani berwirausaha, melahirkan inovasi, serta memiliki daya saing untuk membawa produk lokal menembus pasar internasional.

Hal tersebut disampaikannya saat menjadi pembicara dalam workshop dan Knowledge Sharing tentang Perdagangan dan Ekspor yang digelar atas sinergi bersama Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI di Primakara University, Denpasar, Selasa (3/11/2026).

“Materi kita sebenarnya lebih banyak bagaimana menumbuhkan wirausaha muda, menumbuhkan semangat berwirausaha, hingga bagaimana kita menghadapi go global,” ujar pria yang akrab disapa Demer tersebut dalam keterangannya.

Dorong Mentalitas Pasar Global

Politisi senior asal Bali tersebut menegaskan bahwa keberanian mengambil peluang harus diimbangi dengan kemampuan membaca tantangan zaman, kreativitas, serta mentalitas yang tangguh. Menurutnya, generasi muda tidak boleh cepat puas hanya dengan menguasai pasar domestik.

“Keberanian mengambil peluang harus diimbangi dengan kemampuan membaca perkembangan zaman. Generasi muda perlu memiliki pola pikir terbuka dan mulai melihat potensi perdagangan internasional sebagai ruang pertumbuhan utama,” kata Sekretaris Fraksi Partai Golkar DPR RI ini.

Ia menambahkan, terbukanya akses teknologi dan perdagangan digital saat ini memberikan ruang yang sangat luas bagi mahasiswa untuk menjadi pencipta lapangan kerja (job creator), bukan sekadar pencari kerja (job seeker).

Kaitan Pertumbuhan Ekonomi dan Human Development

Selain menekankan pentingnya kewirausahaan, Demer turut menyoroti stabilitas perekonomian nasional. Ia mengaitkan arah pembangunan ekonomi Indonesia saat ini dengan pendekatan sosial-demokrasi yang diterapkan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi nasional tidak boleh hanya diukur dari sekadar angka indikator makro, melainkan harus berjalan selaras dengan pembangunan manusia, kualitas sosial, serta keberlanjutan lingkungan (sustainability).

“Kita sudah mulai bergeser ke sosial-demokrasi. Pak Prabowo menerapkan sosial-demokrasi, di mana pertumbuhan ekonomi harus dibarengi oleh human development, social development, dan sustainability,” tutur Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Bali tersebut.

Ia meyakini, integrasi antara penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) dan sektor ekonomi kerakyatan akan menjadi pondasi kuat bagi Indonesia dalam menghadapi dinamika ekonomi global di masa depan. (Egi)

Share.
Leave A Reply

Exit mobile version