Senin, Juli 13

Jakarta | RMN Indonesia

Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) resmi berkolaborasi bersama Serikat Tani Nelayan (STN) untuk mempercepat realisasi program prioritas Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Kolaborasi ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepakatan Bersama Pembentukan Sekretariat Bersama (Sekber) Akselerasi Program Strategis Nasional STN-LMND.

Penandatanganan kesepakatan dilakukan langsung oleh Ketua Umum Eksekutif Nasional LMND, Wale Mukadar, dan Ketua Umum Pimpinan Pusat STN, Ahmad Rifai. Prosesi ini berlangsung di sela-sela Peringatan HUT LMND dan Pendidikan Pelopor di Mess Aceh, Jakarta, yang digelar pada 9–11 Juli 2026.

Wadah koordinasi permanen ini dibentuk untuk mengawal dan mengakselerasi sejumlah program ekonomi kerakyatan. Fokus utama Sekber ini meliputi percepatan pembangunan Brigade Pangan, penguatan Koperasi Desa Merah Putih, pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih, penguatan sektor pertanian rakyat, ketahanan pangan nasional, hingga pemberdayaan masyarakat desa.

Ketua Umum LMND, Wale Mukadar, menegaskan bahwa mahasiswa harus mengambil peran nyata dalam pembangunan, bukan sekadar melayangkan kritik dari luar sistem.

“Sekretariat Bersama ini bukan sekadar forum koordinasi, melainkan ruang kerja bersama yang akan menghadirkan mahasiswa langsung di tengah masyarakat untuk mendukung percepatan berbagai Program Strategis Nasional. Kami ingin memastikan generasi muda menjadi bagian dari solusi pembangunan bangsa,” ujar Wale.

LMND berkomitmen mengerahkan kadernya di seluruh daerah untuk melakukan pendidikan masyarakat, pendampingan organisasi rakyat, riset kebijakan, hingga mengorganisasi pemuda desa demi pembangunan berkelanjutan.

Senada dengan LMND, Ketua Umum PP STN Ahmad Rifai menilai kolaborasi ini memadukan kekuatan intelektual mahasiswa dengan pengalaman lapangan organisasi tani. Menurutnya, kedaulatan pangan tidak bisa bersandar pada kebijakan pemerintah saja, melainkan butuh jembatan sosial ke masyarakat.

“STN dan LMND sepakat mengambil peran tersebut melalui Sekretariat Bersama ini. Kami siap mengintegrasikan jaringan organisasi di seluruh Indonesia untuk mempercepat implementasi Brigade Pangan, Koperasi Desa Merah Putih, Kampung Nelayan Merah Putih, serta berbagai program pemberdayaan masyarakat lainnya,” kata Ahmad Rifai.

Ia menambahkan, program prioritas Prabowo-Gibran merupakan momentum emas untuk memperkuat kedaulatan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani serta nelayan.

Sebagai langkah taktis, kedua organisasi menunjuk Deputi Bidang Tani PP STN, Rinaldi, S.Sos., S.H., sebagai Koordinator Umum Sekber. Rinaldi menjelaskan Sekber ini akan berfungsi sebagai command center nasional yang mengintegrasikan struktur STN dan LMND dari pusat hingga ke daerah agar program berjalan efektif dan terukur.

“Dalam waktu dekat Sekretariat Bersama akan menyusun peta jalan pelaksanaan program, membentuk koordinator wilayah di berbagai provinsi, menyelenggarakan pendidikan bersama kader STN dan LMND, serta memulai implementasi percepatan Brigade Pangan dan penguatan kelembagaan ekonomi desa di berbagai basis organisasi,” pungkas Rinaldi.

Kesepakatan pembentukan Sekber ini memiliki masa berlaku selama lima tahun. Melalui sinergi gerakan mahasiswa dan petani ini, STN dan LMND optimistis mampu menjadi motor penggerak sosial yang memperkuat ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat desa demi terwujudnya Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur.

Sementara itu Maslam Danuri dari Jejaring Penggerak Agraria dan Kaum Tani Hutan Indonesia (JAGATANI) mengapresiasi langkah STN dan LMND membangun poros kerakyatan mengawal program prioritas Prabowo – Gibran.

“Kami mengapresiasi langkah STN dan LMND yang berinisiatif membangun poros kerakyatan ini. Langkah ini sangat krusial untuk mengawal program-program prioritas pemerintahan Prabowo-Gibran agar benar-benar berpihak pada rakyat,” tegas Maslam Danuri. (Fj)

Share.
Leave A Reply

Exit mobile version