Sabtu, April 18

JAKARTA I RMN indonesia

Generasi Muda Indonesia memiliki peran strategis dalam menggerakkan ekonomi digital

Pengamat ekonomi Universitas Trisaksi, Prof .Dr. Willy Arafah.M.M.DBA mengatakan, generasi muda merupakan motor penggerak utama yang mengakselerasi ekonomi nasional melalui inovasi digital dan kreativitas.

” Kecakapan teknologi mereka mampu mendobrak pasar konvensional, memperkuat UMKM di kancah global, dan menghadirkan solusi melalui ekosistem startup,” kata Willy kepada Harian Merdeka, Kamis (5/2/2026).

Willy menjelaskan, generasi muda harus idukung literasi keuangan serta kesadaran akan bisnis berkelanjutan, generasi ini sukses mengubah bonus demografi menjadi fondasi ekonomi yang tangguh untuk membawa Indonesia melompat sebagai kekuatan ekonomi dunia.

Menurut Guru Besar Manajemen USAKTI ini generasi muda cenderung tertarik pada bisnis yang mengintegrasikan teknologi digital dengan dampak sosial dan lingkungan yang nyata.

*Mereka mengutamakan fleksibilitas kerja serta ruang inovasi yang luas untuk mengeksplorasi kreativitas secara bebas,” pungkasnya.

Selain itu, ekosistem yang kolaboratif dan inklusif menjadi magnet utama yang mendorong semangat mereka untuk berkontribusi aktif dalam memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan

Tak hanya itu, kata dia, kontribusi tersebut sangat signifikan karena generasi muda mampu mengakselerasi transformasi digital dan menciptakan efisiensi di berbagai sektor industri.

Melalui kemampuan adaptasi teknologi yang cepat, mereka melahirkan inovasi dan model bisnis baru yang tidak hanya memperluas lapangan kerja, tetapi juga meningkatkan daya saing nasional di pasar global.

” Hal ini menjadikan mereka mesin penggerak utama yang mendorong pertumbuhan ekonomi menjadi lebih dinamis, progresif, dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Willy menyebutkan,tantangan utama anak muda di era digital adalah ketatnya persaingan global dan cepatnya laju otomatisasi yang menuntut pembaruan keterampilan (upskilling) secara terus-menerus.

Selain menghadapi ketidakpastian pendapatan dalam ekonomi gig, mereka juga harus berhadapan dengan ancaman keamanan siber serta risiko kesehatan mental akibat tekanan budaya kerja yang serba cepat.

Ketimpangan akses teknologi dan modal juga tetap menjadi penghalang bagi mereka untuk berkompetisi secara adil di pasar digital yang kompetitif.

Willy menambahkan, pemerintah perlu menyediakan infrastruktur digital yang merata, akses permodalan yang inklusif, serta menyelaraskan kurikulum pendidikan dengan kebutuhan industri masa depan.

Selain itu, pemberian insentif bagi wirausaha muda dan penciptaan regulasi yang mendukung ekosistem kreatif sangat krusial untuk memfasilitasi inovasi.

” Langkah strategis ini akan menciptakan wadah bagi generasi muda untuk berkontribusi maksimal dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional,” ucap nya.

Willy menjelaskan agar anak muda memiliki peran strategis, mereka perlu mengasah kompetensi digital dan menumbuhkan jiwa kewirausahaan untuk menciptakan solusi inovatif serta lapangan kerja baru.

Selain itu, penguatan literasi keuangan melalui investasi di pasar modal domestik dan keberpihakan pada penggunaan produk lokal sangat krusial untuk memperkokoh kedaulatan ekonomi nasional.

*Dengan aktif berkolaborasi dalam ekosistem kreatif serta mengadopsi prinsip bisnis berkelanjutan, generasi muda bertransformasi menjadi penggerak utama kemandirian ekonomi yang tangguh di masa depan, ” ungkapnya. (fj).

Share.
Leave A Reply

Exit mobile version