JAKARTA | RMN Indonesia
Anggota Komisi I DPR RI, Amelia Anggraini, menilai langkah Panglima TNI yang memerintahkan prajurit TNI di Lebanon berlindung di bunker merupakan bentuk evakuasi taktis untuk menjaga keselamatan personel.
Menurutnya, keputusan tersebut merupakan langkah antisipatif yang tepat di tengah situasi konflik yang dinamis dan berisiko tinggi. Ia menegaskan bahwa tindakan cepat berbasis mitigasi ancaman menjadi bagian penting dalam standar operasi militer.
Amelia menyebut, perlindungan melalui bunker mencerminkan kesiapsiagaan TNI dalam menghadapi potensi eskalasi konflik di wilayah penugasan pasukan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Lebanon. Langkah tersebut dinilai terukur dan menempatkan keselamatan prajurit sebagai prioritas utama.
Ia juga mendorong pemerintah bersama TNI untuk terus melakukan evaluasi situasi secara berkala, sekaligus memperkuat sistem perlindungan pasukan dan menyiapkan protokol kontinjensi yang adaptif terhadap perkembangan di lapangan.
Sebelumnya, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menginstruksikan prajurit TNI yang tergabung dalam misi perdamaian di Lebanon untuk tetap berada di bunker guna mengantisipasi meningkatnya risiko keamanan.
Di sisi lain, Presiden Prabowo Subianto turut menyampaikan duka dan mengecam keras insiden yang menyebabkan gugurnya prajurit TNI dalam menjalankan tugas menjaga perdamaian dunia.
Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya perlindungan maksimal bagi personel TNI tanpa mengurangi komitmen Indonesia dalam misi perdamaian internasional.(fj)
