Senin, Agustus 3

TANGERANG | RMN Indonesia

Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) Kota Tangerang terus mendorong transformasi fungsi perpustakaan agar tidak hanya menjadi tempat membaca, tetapi juga menjadi ruang belajar, berkarya, dan meningkatkan kemandirian masyarakat.

Upaya tersebut diwujudkan melalui program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS) dengan menggelar Pelatihan Inklusi Sosial Ecoprint di Perpustakaan Asteria, Perum 2, RW 09, Kelurahan Cibodas Baru, Kecamatan Cibodas.

Kegiatan ini diikuti sebanyak 20 warga setempat yang mendapatkan pembekalan keterampilan mengolah bahan alami menjadi produk kreatif bernilai ekonomi. Pelatihan tersebut menjadi salah satu bentuk nyata pemanfaatan perpustakaan sebagai pusat pemberdayaan masyarakat.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Tangerang, Engkos Zarkasyi, mengatakan program TPBIS hadir untuk membuka akses masyarakat terhadap berbagai kegiatan yang dapat meningkatkan kemampuan dan produktivitas.

“Perpustakaan saat ini memiliki peran yang lebih luas. Tidak hanya menyediakan bahan bacaan, tetapi juga menjadi tempat masyarakat mendapatkan pengetahuan, keterampilan, serta peluang untuk mengembangkan potensi ekonomi,” ujar Engkos.

Ia menjelaskan, melalui pelatihan ecoprint, peserta diajak memanfaatkan bahan-bahan alami di sekitar lingkungan untuk menghasilkan karya kreatif yang ramah lingkungan dan memiliki nilai jual.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mempelajari berbagai tahapan pembuatan ecoprint, mulai dari persiapan kain, proses pewarnaan menggunakan mordan, penyusunan daun dan bunga sebagai motif, hingga tahap pengukusan agar warna alami dapat menyerap dengan baik ke dalam serat kain.

Selain teknik pembuatan, peserta juga dikenalkan dengan berbagai jenis tanaman yang dapat menghasilkan motif dan warna alami, seperti daun jati dan bunga kenikir.

“Ecoprint memiliki keunggulan karena setiap produk menghasilkan motif yang berbeda dan unik. Selain ramah lingkungan, hasil karya ini juga dapat dikembangkan menjadi berbagai produk fesyen maupun kerajinan yang memiliki nilai ekonomi,” jelasnya.

Engkos berharap, kegiatan tersebut dapat menjadi langkah awal dalam menciptakan masyarakat yang lebih kreatif dan mandiri. Ke depan, Perpustakaan Asteria Cibodas Baru diharapkan mampu berkembang menjadi ruang inkubasi kreativitas warga yang memberikan manfaat secara berkelanjutan.

“Melalui program seperti ini, kami ingin perpustakaan semakin dekat dengan masyarakat dan menjadi tempat lahirnya berbagai inovasi serta kegiatan produktif,” pungkasnya.(Wil)

Share.
Leave A Reply

Exit mobile version