JAKARTA | RMN Indoneisa
Rumah orang tua Ketua Umum Barisan Rakyat Nusantara (BaraNusa), Adi Kurniawan, yang berlokasi di Jakarta Barat, didatangi oleh sejumlah orang tak dikenal pada Senin, 06 April 2026 pukul 19.00 WIB.
Ketua Bidang Hukum dan Advokasi
Fajar Ramadhan, mengatakan, kedatangan mereka menimbulkan kekhawatiran karena disertai pengakuan sebagai utusan dari Komando Distrik Militer (Kodim).
Sebelum mendatangi rumah orang tua Adi Kurniawan, sejumlah orang tak dikenal tersebut diketahui terlebih dahulu mendatangi Ketua RT dan RW setempat untuk menanyakan keberadaan keluarga yang bersangkutan. Setelah itu, mereka baru menuju ke lokasi rumah orang tua Adi Kurniawan.
Menurut keterangan yang dihimpun, orang-orang tersebut mempertanyakan perihal kaos yang diproduksi oleh BaraNusa yang belakangan viral di media sosial.
“Kaos tersebut memuat sejumlah tulisan bernada kritik politik, di antaranya “Bubarkan MBG”, “Prabowo Cukup 1 Periode”, dan “2029 Ganti Presiden,” kata Fajar kepada awak media, Selasa (7/4/2026).
Fajar menilai,kedatangan tersebut dinilai tidak wajar karena menyasar rumah orang tua Adi Kurniawan, bukan langsung kepada yang bersangkutan. Pihak keluarga mengaku merasa terintimidasi atas peristiwa tersebut, terlebih karena dilakukan pada malam hari oleh pihak yang tidak menunjukkan identitas resmi secara jelas.
“Peristiwa ini terjadi di tengah meningkatnya sorotan terhadap sikap kritis BaraNusa terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG),” ujarnya.
Sebelumnya, organisasi tersebut juga telah melaporkan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, ke Bareskrim Polri terkait dugaan mark up bahan baku dalam program MBG.
Selain itu, kata dia, BaraNusa juga menyoroti sejumlah kasus keracunan yang menimpa siswa yang diduga berkaitan dengan pelaksanaan program tersebut. Laporan tersebut disebut telah disertai dengan sejumlah bukti awal, termasuk dokumentasi lapangan dan data pendukung lainnya.
Pihak BaraNusa menilai bahwa rangkaian peristiwa ini tidak dapat dilepaskan dari sikap kritis organisasi terhadap kebijakan pemerintah. Mereka mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas dugaan intimidasi serta menjamin keamanan dan kebebasan berekspresi bagi masyarakat.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Kodim Jakarta Barat maupun aparat kepolisian terkait identitas dan tujuan pasti dari orang-orang yang mendatangi rumah tersebut.(fj).
