JAKARTA | RMN indonesia
Di tengah kebutuhan masyarakat yang masih dihadapkan pada kondisi ekonomi yang terus bergejolak akibat dampak ekonomi global, peran pemerintah terus menjadi perhatian publik.
Pengamat ekonomi Universitas Trisakti, Willy Arafah, mengatakan pemerintah harus menjaga stabilitas ekonomi masyarakat dengan mengendalikan inflasi.
“Seperti menyalurkan bantuan sosial, memberdayakan UMKM, serta menegakkan regulasi pasar yang adil untuk melindungi daya beli di tengah tantangan ekonomi,” kata Willy kepada Harian Merdeka, Selasa (10/2/2026).
Willy menjelaskan, untuk menjaga pertumbuhan ekonomi yang tidak stabil, dibutuhkan perhatian pemerintah melalui berbagai langkah konkret.
“Pemerintah menjaga stabilitas ekonomi melalui pengendalian inflasi, subsidi tepat sasaran, pemberdayaan UMKM, serta penyediaan layanan publik terjangkau guna melindungi daya beli dan lapangan kerja masyarakat,” ujarnya.
Guru Besar Manajemen Universitas Trisakti ini juga menyoroti peran pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas ekonomi.
“Kinerja kepala daerah sudah progresif namun belum merata, karena masih terkendala hambatan birokrasi dan kesenjangan inovasi kepemimpinan antarwilayah dalam menciptakan peluang usaha serta lapangan kerja,” pungkasnya.
Menurut Willy, perekonomian daerah dapat ditingkatkan melalui hilirisasi potensi lokal.
“Kemudahan investasi, pemberdayaan UMKM, serta pembangunan infrastruktur yang memperluas lapangan kerja dan akses pasar secara merata,” ucapnya.
Selain itu, bantuan sosial dinilai efektif untuk meringankan beban masyarakat secara instan. Namun, distribusinya masih memerlukan perbaikan serta harus diimbangi dengan pemberdayaan ekonomi lokal guna menjamin kemandirian jangka panjang, terutama di daerah pelosok. (fj)
