Kamis, Mei 7

GUNUNGSITOLI | RMN Indonesia

Harapan warga Desa Bawodesolo, Kecamatan Gunungsitoli Idanoi, akhirnya mulai menemukan titik terang. Setelah lama mengeluhkan kondisi akses jembatan menuju area persawahan Laezoyo, aspirasi masyarakat kini mendapat perhatian langsung dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan jajaran TNI.

Pada hari Rabu tanggal 6 Mei 2026, Gubernur Sumatera Utara Bobby Afif Nasution bersama Pangdam I/Bukit Barisan turun langsung meninjau kondisi jembatan yang selama ini menjadi urat nadi aktivitas warga di desa tersebut.

Kehadiran dua pejabat tinggi itu disambut antusias masyarakat. Bagi warga, jembatan tersebut bukan sekadar akses penghubung, melainkan jalur utama yang menopang kehidupan sehari-hari.

Selama bertahun-tahun, para petani harus berjibaku melintasi akses terbatas untuk membawa hasil panen, sementara anak-anak sekolah setiap hari menyeberang dengan rasa khawatir, terutama saat debit sungai meningkat akibat hujan deras.

Peninjauan tersebut dilakukan tidak lama setelah Anggota DPRD Kota Gunungsitoli, Yobedi Laowo, SE, menggelar reses di Desa Bawodesolo pada 14 Februari 2026 lalu. Dalam agenda itu, Ketua Fraksi Partai NasDem tersebut menerima langsung berbagai keluhan masyarakat terkait kondisi jembatan gantung dan ruas jalan di Dusun III Desa Bawodesolo.

Warga menyampaikan bahwa kondisi infrastruktur yang belum memadai tidak hanya menghambat aktivitas pertanian, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran terhadap keselamatan anak-anak sekolah yang setiap hari melintas.

“Kami mendengar langsung bagaimana masyarakat sangat bergantung pada jembatan ini. Bukan hanya petani, tetapi juga anak-anak sekolah yang setiap hari melewati akses ini. Karena itu, perhatian terhadap jembatan ini memang sangat dibutuhkan masyarakat,” ujar Yobedi saat diwawancarai, Kamis (7/5/2026).

Yobedi juga mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan jajaran TNI yang telah turun langsung melihat kondisi di lapangan.

“Saya menyampaikan terima kasih kepada Bapak Gubernur Sumatera Utara Bobby Afif Nasution dan Pangdam I/Bukit Barisan yang sudah turun langsung meninjau kondisi ini. Kehadiran mereka memberi harapan baru bagi masyarakat Bawodesolo,” katanya.

Ia turut menyampaikan apresiasi kepada Dandim 0213/Nias Letkol Inf Sampe T. Butar Butar, S.I.P., beserta jajaran yang selama ini aktif membangun komunikasi dan koordinasi terkait aspirasi masyarakat di wilayah tersebut.

“Saya juga menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada Bapak Dandim 0213/Nias dan jajaran yang terus membangun koordinasi serta komunikasi dengan kami. Perhatian terhadap aspirasi masyarakat ini tentu tidak terlepas dari kerja bersama yang terus dibangun,” tambahnya.

Menurut Yobedi, keberadaan jembatan itu sangat vital karena menyangkut roda perekonomian warga sekaligus keselamatan masyarakat, khususnya anak-anak sekolah.

“Kalau akses ini membaik, bukan hanya ekonomi warga yang bergerak, tetapi juga memberi rasa aman bagi anak-anak sekolah yang setiap hari melintas,” tuturnya.

Pada agenda reses sebelumnya, turut hadir jajaran Kodim 0213/Nias, termasuk Kasdim Mayor Inf Elifati Zebua. Dalam kesempatan itu, Mayor Elifati menyampaikan bahwa pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto saat ini memberikan perhatian terhadap pembangunan berbagai jenis jembatan, termasuk jembatan Aramco dan Bailey untuk mendukung konektivitas wilayah.

Meski belum sepenuhnya menjawab seluruh persoalan, peninjauan tersebut setidaknya menjadi angin segar bagi masyarakat Desa Bawodesolo yang selama ini hidup dengan keterbatasan akses. Kini, harapan akan hadirnya jembatan yang lebih layak mulai terasa semakin dekat.(Fj).

Share.
Leave A Reply

Exit mobile version