Selasa, September 29

JAKARTA | RMN Indonesia

Presiden Prabowo Subianto memanggil Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin hingga Direktur Utama (Dirut) BPJS Prihati Pujowaskito untuk mengikuti rapat terbatas (ratas) di Istana Kepresidenan, Jakarta, hari ini. Prabowo memerintahkan peningkatan layanan BPJS terhadap masyarakat.

Ratas digelar di Istana, Jakarta, Senin (28/9/2026). Dalam rapat, hadir juga Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Mendagri Tito Karnavian, hingga Mensos Saifullah Yusuf.

“Minggu lalu ya Pak Menkeu ya? Atau dua minggu yang lalu, (presiden) sudah menyetujui pencairan dana Rp 10 triliun plus Rp 10 triliun, jadi totalnya Rp 20 triliun tahun ini ke BPJS,” kata Menkes Budi usai ratas.

Budi membeberkan arahan Prabowo agar antrean panjang BPJS diatasi dan tidak ada lagi pembedaan layanan antara pasien umum dan pasien BPJS oleh pihak RS. Kemenkes, sebutnya, diminta memastikan polemik itu tidak lagi terjadi.

“Nah, harapan Bapak Presiden tadi di rapat adalah tolong dipastikan bahwa pelayanan BPJS juga ditingkatkan, ya. Antreannya bisa lebih pendek lagi. Kalau misalnya ada pasien yang masuk juga bisa dilayani dengan baik. Kemudian, dipastikan juga bahwa semua rumah sakit-rumah sakit yang ada itu tidak membeda-bedakan antara pasien BPJS dengan pasien bukan BPJS,” ujarnya.

Sementara itu, Dirut BPJS Prihati mengungkapkan ada selisih antara iuran BPJS yang diterima dan manfaat yang diberikan kepada pasien. Dia pun mengapresiasi langkah presiden yang telah memberikan injeksi dana kepada BPJS sebesar Rp 20 triliun yang disebut akan cair sebelum akhir tahun.

“Saya tambahkan bahwa memang sampai bulan ini kita bisa mengumpulkan iuran sebesar Rp 118 T. Sementara manfaat yang kita bayarkan sampai saat ini Rp 132 T. Jadi ini ada cash flow gap untuk kita tetap bisa membayar pelayanan kesehatan yang sudah dilakukan oleh teman-teman di fasilitas kesehatan,” kata Prihati.

“Jadi, kami berterima kasih kepada Bapak Presiden, pemerintah, Pak Menteri, telah diberikan suntikan dana sebesar Rp 20 T, yang Rp 10 T akan cair bulan ini dan Rp 10 T akan cair bulan November lah, sebelum akhir tahun,” pungkasnya. (Egi)

Share.
Leave A Reply

Exit mobile version