JAKARTA | RMN indonesia
Media Malaysia, My News Hub, menuding Ketua Umum PSSI Erick Thohir sebagai dalang utama pelaporan Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) kepada FIFA terkait dugaan pemalsuan dokumen tujuh pemain naturalisasi.
Seperti diketahui, FAM sebelumnya dijatuhi sanksi oleh FIFA setelah ditemukan pelanggaran administrasi dokumen naturalisasi. Federasi sepak bola Malaysia itu sempat mengajukan banding dan membantah adanya unsur kesengajaan dalam pemalsuan dokumen.
Namun, FIFA tetap menjatuhkan sanksi berupa denda serta larangan bermain selama 12 bulan bagi tujuh pemain yang terlibat. Belakangan, hukuman tersebut ditangguhkan.
Pasca sanksi dijatuhkan, beredar rumor yang menyebut Erick Thohir berada di balik pelaporan kasus tersebut. Sumber anonim yang dikutip My News Hub bahkan mengklaim Erick membayar pihak dari Vietnam untuk mengajukan pengaduan ke FIFA.
“Vietnam mengajukan pengaduan, tetapi dokumen-dokumen itu berasal dari orang-orang suruhan Erick Thohir,” demikian klaim sumber tersebut.
Hingga kini, Erick belum memberikan tanggapan terbaru terkait tudingan tersebut. Namun pada September 2025 lalu, mantan pemilik Inter Milan itu telah membantah keterlibatannya dalam polemik dokumen naturalisasi pemain Malaysia.
“Kita tidak intervensi, tidak ikut campur isu-isu negara lain. Kami sendiri dari Kemenpora atau saya pribadi, tentu harus menghargai semua negara di Asia Tenggara ketika ingin olahraganya maju. Kita harus hargai,” ujar Erick kala itu.
Ia menegaskan bahwa Indonesia fokus membenahi dan memajukan olahraga dalam negeri tanpa mencampuri kebijakan federasi negara lain.
Kasus ini kembali memanaskan tensi rivalitas sepak bola Asia Tenggara, terutama antara Indonesia dan Malaysia, di tengah upaya masing-masing federasi memperkuat skuad melalui jalur naturalisasi. (fj)
