JAKARTA | RMN indonesia
PT Bank BCA Syariah mencatat kinerja positif sepanjang 2025 dengan membukukan laba bersih sebesar Rp212 miliar, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini mencerminkan performa bisnis yang solid di tengah persaingan industri perbankan syariah nasional.
Direktur Utama BCA Syariah, Yuli Melati Suryaningrum, mengatakan bahwa capaian laba tersebut terutama ditopang oleh penyaluran pembiayaan yang kuat dan aktivitas treasury yang terus berkembang.
“Laba kita sebelum pajak berada di angka Rp258,4 miliar, kemudian laba setelah pajak atau laba bersih tercatat Rp212 miliar,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta.
Penyaluran pembiayaan menjadi salah satu motor utama pertumbuhan laba bank sepanjang 2025. Total pembiayaan yang disalurkan mencapai Rp13,2 triliun, atau naik sekitar 23 persen dibandingkan periode sebelumnya. Segmen komersial menjadi kontributor utama dengan pertumbuhan pencairan mencapai sekitar 35 persen.
Selain itu, BCA Syariah mencatat total aset sebesar Rp19,2 triliun, tumbuh sekitar 15,4 persen secara tahunan dari posisi tahun sebelumnya. Pertumbuhan aset ini menunjukkan ekspansi usaha yang berkesinambungan serta pengelolaan yang prudent di berbagai lini bisnis bank.
Dari sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) yang dihimpun BCA Syariah juga meningkat, membantu memperkuat struktur permodalan dan likuiditas perseroan sepanjang tahun lalu. Secara keseluruhan, pencapaian ini menunjukkan kinerja keuangan yang sehat dan pertumbuhan berkelanjutan di tengah kondisi ekonomi yang dinamis.
Manajemen menyatakan bahwa ke depan BCA Syariah akan terus fokus mengembangkan produk dan layanan yang dapat menjawab kebutuhan nasabah, termasuk di segmen pembiayaan berbasis syariah yang saat ini menunjukkan tren kenaikan permintaan.(fj)
