BOGOR | RMN Indonesia
Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) terpaksa mengalihkan pembuangan sampah ke wilayah Cileungsi, Kabupaten Bogor, menyusul dihentikannya sementara pengiriman sampah ke Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Cilowong, Kota Serang, Banten, akibat protes warga.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor, Teuku Mulya, menyebut kondisi yang terjadi saat ini sudah masuk kategori darurat sampah. Ia mengatakan Tangsel mengalami kebingungan dalam penanganan sampah hingga terjadi penumpukan di berbagai titik yang tidak semestinya.
“Ini memang sudah darurat sampah. Tangerang Selatan tidak tahu harus membuang sampah ke mana, sehingga sampah bertumpuk di pinggir jalan dan lokasi yang tidak seharusnya,” kata Teuku Mulya, Jumat (9/1/2026).
Meski demikian, Teuku menegaskan persoalan sampah lintas daerah tidak bisa diselesaikan secara sepihak. Ia meminta Pemkot Tangsel melakukan koordinasi resmi dengan Pemerintah Kabupaten Bogor sebelum memutuskan pengiriman sampah ke wilayah Cileungsi.
“Ini harus dibicarakan secara matang. Jangan langsung menyatakan akan membuang sampah tanpa koordinasi dengan pemerintah daerah tempat pembuangan,” ujarnya.
Teuku mengaku hingga saat ini belum menerima pemberitahuan resmi terkait lokasi dan mekanisme pembuangan sampah dari Tangsel ke Cileungsi. Menurutnya, aspek kewilayahan dan dampak lingkungan harus menjadi perhatian utama.
“Tunggu dulu, ini tempatnya di mana, bagaimana mekanismenya. Ini menyangkut wilayah administrasi dan dampak ke depan. Harus ada koordinasi agar bisa kami kaji,” tegasnya.
Ia menambahkan, persoalan sampah tidak cukup diselesaikan secara insidentil. Semua potensi dampak, baik lingkungan maupun sosial, harus dipikirkan secara menyeluruh agar tidak menimbulkan persoalan baru di kemudian hari.
“Kalau sampah dikelola dengan baik sebenarnya tidak ada masalah. Tapi koordinasi dengan pemerintah daerah setempat itu wajib dan harus intens,” lanjutnya.
Sebelumnya, Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie menyatakan pihaknya akan mengirim sekitar 200 ton sampah per hari ke Cileungsi selama 14 hari ke depan. Langkah ini diambil sebagai solusi sementara agar tidak terjadi penumpukan sampah di kawasan permukiman dan ruang publik di Tangsel.
“Sebanyak 200 ton sampah per hari akan dikirim ke Cileungsi selama 14 hari ke depan,” ujar Benyamin, Kamis (8/1/2026).
Menurut Benyamin, pengalihan pembuangan sampah tersebut dilakukan menyusul dihentikannya sementara pengiriman sampah ke TPAS Cilowong, Kota Serang, akibat penolakan warga setempat.
“Pengalihan ke Cileungsi ini untuk memastikan tidak ada tumpukan sampah di titik-titik permukiman maupun ruang publik di Tangerang Selatan,” ucapnya.
Benyamin menegaskan Pemkot Tangsel tidak tinggal diam menghadapi krisis sampah ini. Ia memastikan pemerintah daerah terus bekerja mencari solusi jangka panjang agar tidak terus bergantung pada kerja sama darurat antar-daerah.
“Saya sampaikan dengan tegas, Pemkot Tangsel tidak berhenti bekerja dan tidak menyerah. Penghentian pengiriman sampah ini bersifat sementara,” katanya.
Ia menambahkan, Pemkot Tangsel saat ini tengah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengelolaan sampah agar ke depan persoalan serupa tidak kembali terulang. (fj)
