JAKARTA | RMN Indonesia
Asosiasi Usaha Kecil, Mikro, dan Pedagang Kaki Lima Merah Putih (APKLI MP) mendorong integrasi sektor ekonomi rakyat kecil ke dalam pembaharuan model dan tata kelola ekonomi Indonesia.
Langkah ini dinilai krusial agar keberadaan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) dapat memberi dampak langsung pada pemberdayaan usaha kecil dan mikro, dan pedagang kaki lima (UKM PKL) di seluruh tanah air. Ini sangat mendasar untuk mencetak 100 juta ekonomi rakyat yang unggul sebagai prasyarat Indonesia sukses jemput puncak bonus demografi 2030 dan menjadi negara maju 2045.
Ketua Umum APKLI Merah Putih, dr. Ali Mahsun Atmo, M. Biomed, menegaskan bahwa transformasi ekonomi nasional yang diusung pemerintah tidak boleh melupakan ekonomi akar rumput yang merupakan fondasi dasar ekonomi nasional. Pernyataan tersebut disampaikan Ali saat menghadiri ajang Investor Daily Summit (IDS) 2026 yang mengusung tema “Indonesia’s Economic Model” di Raffles Hotel, Jakarta, Rabu (07/10).
”Danantara sebagai pengelola investasi strategis harus mampu menjangkau hingga ke ekonomi akar rumput, dirasakan pelaku UKM PKL di negeri ini. Karena ekonomi rakyat kecil adalah tulang punggung yang menjaga ketahanan ekonomi nasional di saat krisis, dan gantungan isi perut ratusan juta penduduk sehingga keterlibatan sektor ini wajib menjadi bagian utama dari pembaharuan model dan tata kelola ekonomi Indonesia melalui keberadaan Danantara,” ujar Ali Mahsun, dokter ahli kekebalan tubuh di sela forum tersebut.
Sejalan dengan hal itu, Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yang juga Chief Operating Officer (COO Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Dony Oskaria, menyampaikan bahwa Danantara dirancang untuk membangun kemitraan inklusif dan tidak hanya berfokus pada ekosistem BUMN.
”Danantara tidak akan memberikan kontribusi maksimal apabila hanya mengandalkan ekosistem BUMN. Keterlibatan seluruh dunia usaha dan elemen ekonomi menjadi bagian penting dalam menggerakkan roda ekonomi nasional,” kata Dony.
Melalui kehadiran APKLI Merah Putih di IDS 2026, para pelaku usaha kecil, mikro, dan pedagang kaki lima berharap mendapat alokasi investasi dan kebijakan ekonomi untuk memperkuat daya saing sektor informal, mendorong usaha UKM PKL naik kelas,dan mrndapatkan akses pembiayaan dan fasilitas usaha produktif yang lebih terbuka, lebih besar dan luas, pungkas mantan Ketua Umum Bakornas LKMI PBHMI dan Sekretaris Lembaga Sosial Mabarot PBNU. (Egi)
