JAKARTA | RMN Indonesia
Karier Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman kembali menanjak. Setelah sebelumnya dipercaya menjadi Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung kini resmi dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam).
Dudung dilantik di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026). Ia menggantikan Djamari Chaniago di posisi Menko Polkam.
Pengangkatan tersebut menambah panjang perjalanan Dudung di pemerintahan Prabowo. Sebelum menduduki kursi Menko Polkam, Dudung dipercaya sebagai KSP pada April 2026. Sebelumnya, ia juga menjabat Penasihat Khusus Presiden Bidang Pertahanan Nasional.
Dari Infanteri hingga Puncak TNI AD
Dudung lahir di Bandung pada 19 November 1965. Ia merupakan lulusan Akademi Militer (Akmil) 1988 dari kecabangan Infanteri.
Karier militernya dimulai dari satuan tempur. Ia pernah bertugas di Yonif Raider Khusus 744/Satya Yudha Bakti di Atambua, Nusa Tenggara Timur, sebelum kemudian menduduki berbagai jabatan komando dan staf.
Karier Dudung terus menanjak. Ia pernah menjadi Dandim 0406/Musi Rawas, Dandim 0418/Palembang, Danrindam II/Sriwijaya, hingga Wakil Gubernur Akmil.
Pada 2018, Dudung dipercaya menjadi Gubernur Akmil. Dua tahun kemudian, ia mendapat tugas sebagai Pangdam Jaya periode 2020โ2021.
Nama Dudung Mencuat Saat Jadi Pangdam Jaya
Ketika menjabat Pangdam Jaya, Dudung menjadi sorotan publik karena kebijakannya terkait penertiban baliho Front Pembela Islam (FPI).
Langkah tersebut membuat namanya semakin dikenal luas, terutama di tengah dinamika politik dan keamanan Jakarta saat itu.
Setelah dari Pangdam Jaya, Dudung dipromosikan menjadi Pangkostrad pada Mei 2021. Namun, masa jabatannya sebagai Pangkostrad berlangsung singkat.
Pada November 2021, Presiden Joko Widodo menunjuk Dudung sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), menggantikan Andika Perkasa yang menjadi Panglima TNI. Dudung kemudian menjabat KSAD hingga memasuki masa pensiun pada November 2023.
Pensiun dari TNI, Masuk Lingkar Pemerintahan Prabowo Karier Dudung tidak berhenti setelah pensiun dari militer.
Pada Oktober 2024, Presiden Prabowo Subianto menunjuk Dudung sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Pertahanan Nasional sekaligus Ketua Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP).
Pada April 2026, Dudung kembali mendapat penugasan sebagai Kepala Staf Kepresidenan menggantikan Muhammad Qodari.
Saat menjadi KSP, Dudung menyatakan siap menjadi penghubung antara masyarakat dan pemerintah serta memastikan program prioritas Presiden berjalan dan tidak tersendat persoalan birokrasi.
Kini, perjalanan tersebut berlanjut ke posisi Menko Polkam.
Dengan latar belakang panjang sebagai perwira TNI AD, mantan Pangdam Jaya, Pangkostrad, KSAD, penasihat Presiden bidang pertahanan, hingga KSP, Dudung memasuki posisi barunya untuk mengoordinasikan urusan politik dan keamanan pemerintahan Prabowo.
Pergantian ini sekaligus menempatkan kembali figur berlatar belakang militer pada posisi strategis dalam kabinet pemerintahan (Agus).
