JAKARTA | RMN Indonesia
Tingkat kesejahteraan nelayan Indonesia masih memprihatinkan. Hal tersebut tercermin dari tingkat desil dan Nilai Tukar Nelayan (NTN) yang masih berada di tingkat yang rendah.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, mengatakan rata-rata nelayan Indonesia berada di desil 1 dengan NTN masih di level 103. Menurutnya, nelayan menjadi unsur masyarakat yang paling miskin.
“Nelayan kita itu termasuk desil satu, nilai tukarnya 103. Jadi yang paling miskin itu nelayan,” ungkap Zulhas di Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta Pusat, Selasa (15/9/2026).
Pria yang akrab disapa Zulhas itu menilai, nelayan tidak bisa menguasai laut Indonesia dalam kondisi tersebut. Di sisi lain, sumber daya alam (SDA) Indonesia juga banyak dicuri oleh nelayan-nelayan asing, seperti Thailand, Vietnam, dan China.
“Lautan kita dikuasai oleh nelayan-nelayan kuat, nelayan-nelayan dari asing. Asing itu, ya, dari Thailand, Vietnam, dari Tiongkok. Menurut Menteri Kelautan, ikan kita itu rata-rata per tahun dicuri Rp 200 triliun lebih,” terangnya.
Zulhas mengatakan, pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto menempatkan keluaran menjadi sektor prioritas yang didorong untuk setara dengan sektor lain. Pemerintah juga menargetkan peningkatan NTN melalui program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).
KNMP ini akan mencakup fasilitas seperti balai lelang, akses kapal, cold storage, bengkel, pabrik es, hingga pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN). Zulhas menargetkan 5.000 KNMP berdiri pada akhir 2029.
“Jadi mendapat prioritas ini, agar kemiskinan yang dialami oleh nelayan ini bisa dikejar, dipercepat. Itu satu, kampung nelayan 5.000,” pungkasnya. (Egi)
