JAKARTA I RMN Indonesia
Ketua Umum PBNU terpilih KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin mengawali hari pertamanya berkantor di Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat, dengan menyambangi sejumlah sudut penting kantor, termasuk Pojok Gus Dur.
Kunjungan tersebut dilakukan pada Jumat (4/9/2026). Gus Kikin didampingi sejumlah tokoh, di antaranya H Gudfan Arif Ghofur dan KH Samsul Ma’arif.
Di Pojok Gus Dur, Gus Kikin tampak berbincang hangat sembari melihat berbagai dokumentasi mengenai sosok KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.
Pojok Gus Dur bukan sekadar ruangan untuk mengenang mantan Presiden ke-4 RI tersebut. Tempat itu menjadi ruang literasi, pusat dokumentasi, sekaligus ruang diskusi yang menyimpan berbagai buku, tulisan, foto, video, dan rekaman terkait perjalanan pemikiran serta perjuangan Gus Dur.
Ruangan tersebut sebelumnya merupakan ruang kerja Gus Dur ketika menjabat Ketua Umum PBNU selama tiga periode, yakni 1984-1999.
Bahkan setelah tidak lagi menjadi Ketua Umum PBNU maupun Presiden RI, Gus Dur tetap menggunakan ruangan tersebut hingga akhir hayatnya.
Pojok Gus Dur kemudian dikembangkan sebagai perpustakaan, ruang diskusi, dan pusat dokumentasi di bawah pengelolaan Yayasan Bani Abdurrahman Wahid. Fasilitas tersebut resmi dibuka kembali sebagai fasilitas publik dan pusat studi pada Agustus 2011.
Bagi warga NU maupun masyarakat umum, keberadaan Pojok Gus Dur menjadi salah satu ruang untuk memahami gagasan, pemikiran, serta jejak perjuangan Gus Dur.
Ada Kedekatan Sejarah
Kunjungan Gus Kikin ke Pojok Gus Dur juga memiliki makna tersendiri. Keduanya memiliki hubungan kekerabatan dari garis keturunan pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratussyekh KH Muhammad Hasyim Asy’ari.
Kedekatan sejarah tersebut bukan hanya soal hubungan keluarga. Gus Kikin juga turut berperan dalam pengelolaan kompleks makam keluarga Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, tempat KH Hasyim Asy’ari dan Gus Dur dimakamkan.
Karena itu, kunjungan ke Pojok Gus Dur pada hari pertama berkantor di PBNU seolah menjadi perjumpaan dengan kembali pada jejak sejarah organisasi yang kini dipimpinnya.
Mulai Menata PBNU
Sebelum menyambangi Pojok Gus Dur, Gus Kikin hadir di Kantor PBNU untuk bersilaturahmi dengan para staf dan karyawan.
Ia juga meninjau ruangan yang nantinya akan digunakan sebagai ruang kerja Ketua Umum PBNU.
Aktivitas perdana tersebut menjadi bagian dari persiapan Gus Kikin sebelum menyusun dan melengkapi struktur kepengurusan PBNU periode 2026-2031.
Menurut Gus Kikin, pembentukan kepengurusan menjadi pekerjaan penting agar roda organisasi dapat segera berjalan.
โKita akan susun semuanya, kita lengkapi semua organisasi yang ada di PBNU supaya segera bisa kita beraktivitas, segera kita bisa berkhidmah kepada masyarakat untuk kemaslahatan umat,โ ujar Gus Kikin, Jumat (4/9/2026).
Dengan demikian, langkah pertama Gus Kikin di kantor PBNU tidak hanya menjadi agenda simbolis. Di satu sisi, ia menyapa para pekerja dan menyiapkan organisasi. Di sisi lain, ia menyempatkan diri melihat kembali ruang yang menyimpan jejak perjalanan salah satu tokoh paling berpengaruh dalam sejarah NU, Gus Dur.(Agus).
