JAKARTA | RMN indonesia
Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat siap memberikan sanksi paksaan pemerintah sesuai dengan undang-undang kepada siapa pun yang merusak lingkungan danau hingga tercemar.
“Kami akan paksa dia untuk melakukan langkah-langkah pemulihan. Kalau paksaan pemerintah itu tidak dilaksanakan, maka bisa berujung pada pemberatan,” kata Jumhur saat acara World Lake Day di Auditorium Balai Purnomo, Universitas Indonesia, Kamis.
Jumhur menyoroti pencemaran danau di Indonesia yang salah satunya disebabkan aktivitas bisnis keramba ikan.
Ia mengatakan umumnya danau di Indonesia itu kotor. Terjadi polusi air yang luar biasa. Salah satu penyebabnya, bisnis keramba ikan itu.
Keramba ikan itu karena pakan ternak yang bisa sampai bermeter-meter dan numpuk bertahun-tahun. Sehingga membusuk dan ikannya juga enggak produktif lagi. Dan masyarakat banyak yang enggak bisa menikmati itu.
Jumhur mengingatkan Danau itu milik bersama, tapi sebagian dipakai untuk bisnis dan kemudian mencemari yang lain. Jadi harus ada tindakan.
“Kami baru ingin meng-exercise ya, tadi udah diobrolin. Dan mudah-mudahan ini bisa jalan. Artinya, mau tidak mau danau itu harus direstor. Direstor, dibersihkan, ya,” katanya.
Orang yang sudah dapat makan dari sini, kita cek siapa yang dapat makan dari situ. Ternyata pekerja-pekerja yang di keramba itu.Berapa gaji mereka? Berapa pendapatan mereka? Itu harus kita hitung. Kalau dia sebulan 2 bulan beristirahat, dia harus dibayar berapa.
Jumhur mengatakan beban ini kita berikan kepada orang investornya. Karena investor itu yang paling banyak menikmati. Itu sampai ratusan miliar investor itu dapat untungnya dari bisnis ini.
“Untungnya besar, mencemari, dan yang lain susah.Maka sekarang saya mau restor 3 bulan. Investor itu harus menggaji orang-orang yang selama ini kamu gaji itu selama 3 bulan, tapi kamu enggak dapat apa-apa dalam jangka merestor danaunya itu. Kalau dia mau, kamu bisa lanjut. Kalau dia enggak mau, kita ambil alih,” jelasnya
Jumhur yakin pasti banyak yang bersedia menjadi investor untuk dengan cara yang lebih memulihkan manusia, memulihkan danau, memulihkan lingkungan.
“Jadi sekarang udah zamannya orang cari duit bisa kaya raya dengan cara juga memuliakan bumi, memuliakan lingkungan. Kalau orang mau cari duit kemudian mengorbankan lingkungan, sudah kuno lah. Itu udah minggir aja dari Indonesia orang-orang kayak gitu,” katanya. (Egi)
