Jakarta | RMN Indonesia
Partai Golkar meminta pengusutan kasus meninggalnya dr. Icha dilakukan secara menyeluruh dan transparan. Langkah Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang menurunkan tim investigasi dinilai penting untuk mengungkap kronologi lengkap serta memastikan ada tidaknya unsur pelanggaran hukum.
Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia Tanjung mengatakan, investigasi yang dilakukan Kementerian Kesehatan patut diapresiasi karena diharapkan mampu menghadirkan fakta yang utuh terkait peristiwa tersebut.
“Saya kira bagus, Kemenkes ikut peduli dan menurunkan tim investigasi terhadap kasus kematian dr. Icha tersebut, agar didapatkan informasi dan kronologi yang lengkap tentang kejadiannya,” kata Doli dalam keterangan, Kamis (2/7/2026).
Selain menunggu hasil investigasi Kemenkes, Doli mengungkapkan bahwa DPP Partai Golkar telah meminta DPD Partai Golkar Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Timor Tengah Utara (TTU) memanggil anggota Fraksi Partai Golkar DPRD TTU yang diduga melakukan intimidasi.
“Pemanggilan ini bertujuan untuk meminta klarifikasi atas dugaan yang berkembang,” katanya.
Menurut Doli, partainya ingin mengetahui secara jelas apakah terdapat hubungan antara dugaan intimidasi tersebut dengan meninggalnya dr. Icha.
“Saya juga ingin sekali mengetahui persis relasi kuat antara tindakan intimidasi dengan peristiwa kematian itu. Intinya kami ingin kasus ini diungkap secara terang benderang,” ujarnya.
Doli menegaskan, apabila hasil investigasi maupun keterangan yang diperoleh nantinya menemukan adanya unsur tindak pidana yang melibatkan ketiga anggota DPRD tersebut, Partai Golkar tidak akan menghalangi proses hukum.
“Apabila dari semua keterangan dan investigasi ini memang ditemukan tindak pidana terhadap ketiga anggota DPRD itu, sepenuhnya kasus ini akan kami serahkan kepada pihak penegak hukum,” tegasnya. (Fj)
