Pandeglang | RMN Indonesia
Anggota Komisi IV DPR RI, Arif Rahman, melakukan kunjungan pengawasan ke Gudang Pupuk Lini III Kabupaten Pandeglang, Banten, guna memastikan ketersediaan dan kelancaran distribusi pupuk bersubsidi bagi petani.
Arif meninjau langsung kondisi stok pupuk serta berdialog dengan distributor, pengelola gudang, dan petani terkait distribusi pupuk di wilayah Pandeglang. Berdasarkan hasil pemantauan, stok pupuk di wilayah tersebut dinyatakan aman.
Ia menyoroti masih adanya harga pupuk di lapangan yang melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET). Menurutnya, kondisi tersebut dipengaruhi tingginya biaya distribusi akibat jarak pengiriman yang jauh serta infrastruktur jalan yang belum memadai.
“Pupuk bukan sekadar komoditas, tetapi penentu keberlangsungan produksi pangan nasional. Negara tidak boleh kalah dalam memastikan pupuk tersedia, harga tetap sesuai HET, dan distribusinya benar-benar sampai ke tangan petani tanpa hambatan,” tegas Arif, Senin (25/5/2026).
Legislator Fraksi NasDem Dapil Banten I itu menilai persoalan distribusi pupuk perlu menjadi perhatian bersama karena berdampak langsung terhadap produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani.
“Kalau masih ada petani membeli pupuk di atas HET karena distribusi mahal dan infrastruktur buruk, maka ini harus menjadi perhatian serius pemerintah. Petani tidak boleh terus dibebani persoalan yang seharusnya bisa diselesaikan negara,” ujarnya.
Selain melakukan pengecekan stok, kunjungan ini juga menjadi sarana menyerap aspirasi petani terkait kuota pupuk, distribusi antarwilayah, hingga kendala administrasi dalam sistem penebusan pupuk bersubsidi.
“Kami di Komisi IV DPR akan terus mengawal tata kelola pupuk bersubsidi agar lebih transparan, tepat sasaran, dan bebas dari penyimpangan. Ketahanan pangan dimulai dari kepastian kebutuhan petani di lapangan,” pungkasnya. (Egi)
